twitter instagram linkedin
  • HOME
UAS semester 6 sudah terlewati, lalu sekarang telah hampir sampai ke gerbang petualangan baru: PRAKTIK LAPANG!
40 hari sendirian, di Citeureup antah berantah, sure it'll full of new experiences and adventures!
So wow, let's fly high and get ready to lost! 

Ps: wish me luck and survived to keep the updates this news :P
I don't care if it hurts
I want to have control
I want a perfect body
I want a perfect soul
I want you to notice when I'm not around
You're so fucking special
I wish I was special

But I'm a creep

I'm a weirdo
What the hell I'm doing here?
I don't belong here
-Creep, Radiohead


Pernah nggak ngalamin yang namanya self-loathing?
Iya, itu yang lagi gue rasain belakangan ini. Sebelum nulis post ini.
Gue ngerasa semuanya serba salah. Apa yang gue perbuat, salah. Apa yang gue pikirin, salah. 
Pokoknya kayak semua yang ada di diri gue tuh salah.

Sebelum-sebelumnya gue ngerasa fine-fine aja sama physical apperance gue.
Gue nggak cantik, jauh banget dari itu. Nggak putih, nggak sexy, nggak apapun lah yang termasuk kriteria "cantik". Dulu sebelum pakai jilbab, gue juga nggak pernah yang namanya dandan atau apapun kalau pergi-pergi, pakai baju seksi-seksi, ke salon juga ya paling sekedar potong rambut, creambath, atau ngeritingin rambut aja.
Gue jujur nggak ngerti fashion, sama sekali. Gue nggak pernah ngikutin tren mode, nggak pernah belanja baju-baju bermerk, bahkan gue hampir nggak pernah beli majalah semacem gogirl, cosmogirl dan lain-lain. Buku-buku yang gue punya, cuma komik Conan, Miiko, Doraemon, novel-novel, sama Al-Qur'an. *pasang cadar biar kayak Aisyah* hahaha. Bahkan sampai sekarang, gue masih sering baca majalah Bobo.


Berbekal dua poin diatas, selama ini gue hidup, dan berpenampilan ya dengan apa yang membuat gue nyaman. Awal-awal masuk kuliah, pas gue belum berhijab, disaat maba-maba biasanya berusaha tampil semaksimal mungkin (maklumlah habis SMA pasti kan ngerasa wiiiih gue bebas nih sekarang hahaha), tapi gue tetep begitu-gitu aja. Kaos, cardigan, jeans, dan flatshoes. Dengan rambut kuncir kuda asal-asalan karena males nyisir. Udah gitu karena mata gue minus 3, gue kemana-mana selalu harus kudu wajib berkacamata. Sempet make softlens setahun waktu di SMA, tapi nggak betah ooooooy malah makin ribet. Udah orangnya begajulan, yang ada mata gue iritasi terus gara-gara sering ngucek mata. Masuk kuliah, gue pake kacamata gede, yang bikin makin kelihatan geek.
But what's the matter? Gue nyaman, seneng, dan bahagia.


Gitupun setelah menemukan jalan yang benar (bhahahahahak) dan mutusin buat berjilbab. Emang dasarnya gue nggak bisaan ya, mau nyoba pakai jilbab gaul-gaul gitu juga nggak bisaaaaa. Riweuh sendiri peniti sana peniti sini, akhirnya ya balik-balik lagi kayak biasa. Kerudung, kaos, cardigan, jeans, flatshoes.

Nggak ada cantik-cantiknya, nggak ada spesial-spesialnya kayak martabak.
Orang kalau papasan sama gue juga nggak bakal nge-engeh-in kali, wusssh aja lewat biasa. Nggak kayak kalau lihat cewek cantik, sexy, putih, rambutnya bagus, gitu kan pasti seenggaknya ngelirik yah kalaupun nggak nengok dan ngecess hehe :p

Tapi apa yang ngebuat gue seneng adalah, gue nyaman dengan semua itu.
Nggak pernah ada pikiran dalam diri gue untuk "gimana nih buat narik perhatian si itu, gimana nih biar kelihatan cantik di depan si ini" dan blah-blah-blah.

Sampai akhir-akhir ini, (gue juga heran kenapa) gue ngerasa minder sama wanita-wanita cantik diluar sana.
 Terlebih dengan beberapa kejadian yang nyakitin, yang terjadi akibat gue nggak cantik.

WOW. Itu bener-bener kayak digampar pake asbak kaca. Sakit broh.

Karena itu, gue jadi rendah diri. Malu, dengan apa yang ada di diri gue. Ngerasa nggak ada apa-apanya. Nggak bisa dibanggain. Kayak hina.

Sampai gue akhirnya ada disatu titik yang mana gue ngerasa lebih terhina karena gue udah menghina diri gue sendiri. Dan gue self-loathing sama diri gue yang ngerasa minder-minder itu. Muak.

So this is what I gotta say. (to my self, especially. dan buat cewek-cewek yang baca tulisan ini)

BERSYUKURLAH.

Mungkin penampilan fisik kita nggak sempurna, dan nggak akan ada yang sempurna. Disebelah yang cantik, masih ada yang lebih cantik, dan selalu seperti itu.

Tapi kadang kita nggak nyadar, (dan gue yang sekarang sadar) bahwa apa yang bener-bener bikin kita kelihatan cantik justru bukan dengan dandanan, baju-baju yang seksi, atau rambut yang bagus. Beauty is about living your life and being happy with yourself inside & out, and not worrying about what people think of you.

Dan buat cowok-cowok yang baca ini, yang udah punya pasangan tapi masih suka jelalatan nyari yang lebih cantik; atau yang belum punya pasangan karena selalu nyari yang paling cantik;

BERSYUKURLAH.

Pasangan kalian, bukan cuma yang kalian pamerin karena kecantikan fisiknya, bukan karena badannya yang bagus, atau rambutnya yang indah. Be the archeolog, seek deeper. Lihat jauh ke dalam. Because beauty is what's gonna stays forever. Not only physical impression.

Seseorang pernah nulis: Akan ada saatnya kita sadar bahwa kriteria fisik bukanlah segalanya dan pada akhirnya menyerah pada rasa nyaman.

Dan gue sepenuhnya setuju. Karena ketertarikan fisik hanyalah sebuah kata pengantar, dan apa yang akan membuat seseorang bertahan adalah ketika telah menemukan kenyamanan.

Kalau kita terus pindah dari hotel ke hotel, kapan kita bisa punya rumah?
Makanya, ketika kita udah nemuin seseorang yang bisa membuat kita nyaman, seseorang yang bisa menerima apa adanya kita, baik buruknya, seseorang yang bisa membuat kita merasa cukup...

Bersyukur, bersyukur, dan bersyukur.
Karena seindah-indahnya rasa adalah ketika kita mencukupi apa yang udah kita punya.

Kemaren gue self loathing, sekarang gue.....

Ngejalanin hidup dengan cara yang bener, yang gue mau, dan yang gue suka. Eksplor semua hal baru. Keluar dari zona nyaman. Berani ngambil tantangan.

Gue nyoba hidup sehat. Selama ini kayak nggak ada gairah, jadi kelihatan lemeeees mulu, sekarang gue biasain olahraga lagi, pagi sore. Sekedar jogging, sit up, push up, dan aerobikan. Keringetan emang nggak pernah gagal bikin badan fresh :D
Gue eksplor apa yang gue bisa. Gue nulis banyak lirik lagu. Gue ambil tantangan. Gue ngecreate acara besar. Gue lakuin apa yang bikin gue bahagia.
Jadi, kalau lo suka main musik? Lakuin!
Suka olahraga? Lakuin!
Suka naik gunung? Lakuin!
Bahkan yang ngerasa nggak suka ngapa-ngapain, lakuin apapun yang lo pengen lakuin, apapun yang bisa bikin lo happy.

Karena sebenernya setelah gue sadar, itulah yang bikin seseorang jadi menarik, ketika dia bahagia dengan apapun yang dia lakuin. Kalau auranya positif, pasti bakal jadi positive influence juga bagi orang lain.

Dan masalah ada nggak yang bakal suka sama kita dengan kita yang kayak gini?
Jawabannya gue udah tau sekarang. Masing-masing kita adalah magnet yang unik. Dan akan selalu ada seenggaknya satu manusia aneh yang kutubnya tarik menarik dengan kita. ;)


Live healthy, live positively, live pretty!
Because beauty remains forever, which is hidden in our precious selves.
Kalau diceritain, nanti dibilangnya udah basi....
Iya sih, emang udah telat banget hehehe.
Tapi walaupun udah basi, kenangannya nggak akan pernah mati kan? :)

Kalau ada 1 kata yang ngegambarin gimana makrab kali kedua nya keluarga SIL 47 IPB kemaren, gue akan jawab: LENGKAP.

Eh, 2 kata boleh ya?

LENGKAP BANGET.
Hehehehe :3

Dan semua kebersamaan itu, terekam disini. Melalui potret-potret yang diabadikan, melalui kisah-kisah yang tidak habis disuarakan, melalui ingatan yang akan selalu dikenang. 

Bersyukurlah kawan, karena kebahagiaan itu sangat sederhana.
Sesederhana senyum gue yang selalu merekah ketika melihat kembali ini semua....

Selamat bernostalgia :)

---------------------------------------

1. Hari pertama, 4 Mei 2013, siang hari

Kita sampai di villa, dan kesan pertama nya adalah: nyaman banget! Trus yang cewek-cewek biasa riweuh beres-beres, masukin tas-tas ke kamar, ada yang masak buat makan siang, ada yang nyiapin games, ada yang foto-foto, ada yang bengong, ada yang nonton tv, sementara yang cowok langsung berenang -_-

Habis semua selesai, kita langsung mulai acara makrab yaitu "nobar bareng bersama .3gp"
Isinya? Nyantai sambil bobok-bobok dilantai sambil nonton film yang dibikin sama Miro, gue, dan Hafil.
Ada film dokumenter waktu naik gunung, nonton film metamorfosa anak-anak SIL dari Miro, sampai terharu nonton film keseharian kita semua dari Hafil yang endingnya "sampai berjumpa di GWW 2014". Aduh, udah tua ya kita? :")






Setelah puas nonton bareng, dilanjutin nonton dubbingan si Arya Wiguna di yutup bermodalkan streaming dari hape Chane yang ngadat-ngadat mulu, akhirnya kita sholat Ashar sejenak trus ngelanjutin acara lagi, yaitu sesi GAMES yuhuuuuu~

Eh lupa bilang, persiapan buat makrab ini tuh dibikin super niat banget. Karena nggak mau acaranya nggak jelas, kita sampai bikin panitia. Bhahahahak. Ketuanya Bosyooon :3 *teteup* terus Kadiv acaranya BosHen dengan anakbuah nya gue, Tami, Pepewe, Dian, Tante Annet, Cane kiting, dan Zeco. Terus ada juga seksi konsumsi yang diketuai MbokCe dengan suruhannya si Libsy, Mayasaribakti, Lia, dan Memel. Seksi dokumentasinya Zidi, Ojepa Anak Edi, sama Zapil. Terus ada juga logstran, yang ini lupa siapa aja hahahaha pokoknya ketuanya masTrias. Yang paling diinget ya bendaharanya lah, siapa lagi kalau bukan Sista Helena \m/

Lanjut. Nah, di sesi GAMES hari pertama ini tuh dibagi kelompok-kelompok gitu. Gamesnya macem-macem, tapi hasilnya cuma 1; HANCUR. Hahahahaaha. Mau games apa juga, kelompoknya siapa, aturannya apa, ya ujung-ujungnya adalah terjadi kerusuhan yang berakhir dengan semua makhluk SIL yang ada di villa itu diceburin ke kolam renang. Tanpa terkecuali. Sampe Bojep aja yang ngumpet di kamar berhasil digotong anak-anak buat diceburin. Eh ada pengecualian deng, kalau yang lain semua diceburin, tapi cuma Sistah Helena yang menceburkan diri sendiri. :")






2. Hari pertama, 4 Mei 2013, malam hari.

Setelah semua kerusuhan pas sore, kita bersih-bersih dan sholat Magrib & Isya, habis itu makan makanan yang udah disediain seksi konsumsi. Enak banget makanannya sueeeer :"D

Nah, kita masuk ke malam puncaknya Makrab Sesi II ini yang super spesial banget. Pertama, ada yang namanya SANTET. Apatuh? SIL Awards Nominasi Ter-ter-an Empat Tujuh *makasa* *bodo amat* hahaha. Isinya? Slide yang dibikin sama gue, Ojepa, Tante dan Zidi yang berisi awards buat seluruh makhluk SIL 47. Nonton ini bareng-bareng dengan backsound lagu Sahabat Sejati - Sheila On 7, baru kali itu gue ngeliat semua anak ketawa ngakak lepaaaaaas banget. Duh bahagia! :D





Habis SANTET, langsung diterusin sama acara yang nggak kalah keren. Yaitu, SIPP!!! "SIL IN PAJAMAS PARTY". Naaah, di SIPP ini anak-anak bertugas buat "jual diri" masing-masing, lewat pamer bakat (atau pamer ke-nggak-tau-malu-an) hahahaha. Semua pokoknya lengkap disini! Dari mulai Solo vocal nya Adi, Arjuno yang bikin ngakak, Stand Up Comedy nya Eko yang bikin pengen makan kerupuk ajah, Duet heboh lawas nya Maya dan Adam, Tilawah dari Zapil, sampe Perkusi nya Sistah and the gank pake lagu Apuse Kokondao Ya Rabe~~~ (maaf nggak disebutin semua, tapi semuanya keren paraaaaah)

Acara ini bener-bener ngehibur banget. Dan jujur gue terharu, nggak nyangka kalau kalian semua bakal  antusias dan mau ikutan nyuksesin konsep acara ini. Sampai pada niat banget beberapa hari sebelum makrab masing-masing pada latihan sampai tengah malemlah, bikin properti lah, gilak. Kalian kereeeeen!!!!

Dan malam ini nggak cuma habis gitu aja. Selepas tengah malam, semua nya keluar villa buat ikut satu acara lagi yang nggak kalah asik, yaitu api unggunan bareng. Disini kita nyanyi-nyanyi, bakar-bakar *nggak bakar villa ya tapi :"D*, pembagian awards, dan nggak lupa, sesi Introspeksi Diri.


*foto api unggunnya nggak ke copy di leptop, maap yah kurang maksimal :(*

3. Hari kedua, 5 Mei 2013

Karena pada begadang, pagi-pagi ngebangunin anak SIL tuh = percuma. Alhasil semuaaaaa pada ngaret, sampai seksi konsumsi aja pada telat bangunnya hahaha.
Setelah bersusah payah bangunin bocah-bocah yang kebo, semua mata dipaksa melek lewat AEROBIKAN BARENG yang dipimpin duo kriwil, Cane Kiting dan Pepew Kribo. Entah kenapa mereka super niat sampai ngedownload video senamnya Fenny Rose :")))






Setelah acara ini, gue nggak punya foto-fotonya lagi soalnya nggak ke-copy semua gara-gara flashdisk Tamima penuh huhu :"((((

Pokoknya hari kedua, keseruan dan kebersamaan kita masih berlanjut! Sarapan bareng, berenang lagi, ngerujak, sampai akhirnya kita tiba disesi paling terakhir yaitu TUKER KADO. Dan emang dasarnya otak-otak lo semua sarap ye, ngasih hadiahnya juga pada sarap semuaaaaa hahahaha. Segala ada yang ngasih sendok lah, sisir lah, sampai sendal jepit sebelah-sebelah doangan. BHAHAAHAHAK gilak luuu =D

Nanti gue lanjutin lagi ya ceritanya, fotonya kurang sih huhuhu :(

Selamat, kawan! Kita udah norehin sekali lagi cerita yang nggak akan pernah bisa dilupain.

Sampai jumpa kawanku, smoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
-Sheila On 7



Selamat malam, rumah.
Selamat malam, tempat penuh kenangan.
Maaf telah lama hilang...

Apa kabar?
Apa sarang laba-laba nya udah penuh?

:)

Maaf, begitu banyak yang telah terlewatkan....

Tapi tenang saja, tempat ini tidak akan pernah tertinggalkan.
 Bagaimana mungkin saya sanggup melupakan?
 Sedang disinilah semua hidup saya tertuangkan. :)

Saya akan bayar sekarang, lunas. :)
Ini ngepost nya lewat hp. Jadi kalau banyak yg typo, iya-in aje udah. Muahahaha xD

Ini baru tanggal 1 May, tapi gue udah pengen banget teriak: May day!!! May day!!! Kayak pelaut yang ngasih jode minta pertolongan. *efek ngambil mata kuliah kepelautan* hahaha

Semerawut. Acak kadut. Puyeng beroooooh.

Lagi suntuk-suntuknya sama rutinitas sekarang (perasaan emang subtuk melulu) hahaha :P
Nggak tau deh, ini lagi nggak jelas banget. Pengen kabur, pengen ngilang aja gitu kemana kek ya sementara.

Nilai uts yang..... Ya sebenernya sih cuma 2 mata kuliah yang kecewa, tapi jadi dikali pake banget karena yg 1 tuh gue udah bener-bener belajar dan ternyata hasilnya jelek banget, berbanding terbalik sama orang-orang yg justru nyontek ke gue (masalah klasik ye, tapi selalu berhasil bikin nyesek). 1 lagi mata kuliah yg emang.... Yaelah gue suka banget sampe gue gunain sehari-harinya deh. Emang sih yg ini waktu itu ngerjainnya dalam kondisi lagi sakit, nggak bisa mikir apa-apa, dan berakhir dengan keluar kelas setengah jam setelah ujian baru dimulai. Bukan karena terlalu gampang, tapi karena nggak tahan mau muntah dan lemes parah. Tapi nggak nyangka juga bakal segini jeleknya. Malu, nyesek, nyesel, aaaah semua campur!

Kuliah yang booooo-ring. Tugas yang gitu-gitu aja. Ah bro, masalah itu lagi itu lagi ye. Emang.

Ngurusin sebuah acara yang...... Paling nyita waktu, tenaga, pikiran, emosi dan sebagainya juga yang jujur bikin gue tertekan banget belakangan ini. Gue kira ini bakalan jadi tempat pelarian gue, selingkuhan dari kuliah yang nggak menyenangkan itu. Ternyata, jujur, it's even worse. Gue sama sekali nggak happy, nggak bisa jadi diri sendiri, nggak bisa bebas berkarya, dan ini sama sekali bukan dunia gue. I'm completely wrong. Dan gue rasanya pengen ngundurin diriiiiiiiiiii aja gitu ya. Emang ini kesalahan gue. Gue yang nggak konsisten, gue yang nggak komit. Karena gue nggak ngerasa nyaman. Atau belum kali ya, belum bisa nyatu sama lingkungan dan teamwork disini. Tapi gue masih pengen berkontribusi. Mudah-mudahan aja ini cuma awalan, proses bagi diri gue untuk beradaptasu. Berdoaaaaaa banget ke depannya nggak kayak gini lagi, semua bisa berjalan lancar, karena tanggung jawab di pundak gue gede banget. Gue sadar itu. Aamiin.

Temen-temen yang..... Eh yang ini nggak masalah sih sebenernya hehe Alhamdulillah gue dikelilingi sahabat-sahabat yang super baiiiiiiiiiiik pangkat tak terhingga. Yah walaupun kadang-kadang ngerasa kehilangan juga karena masibg-masibg udah punya kesibukan sendiri. Dimana dulu tiap hari bisa kumpul terus, sekarang bener-bener menghargai banget waktu dimana bisa sekedar bercandaan dan ketawa lepas.

Nah, yang terakhir itu yang lagi gue butuhin banget sekarang. Nge-refresh diri. Dari otak yang udah tumpul dan hati yang ngerasa hampa ini. 



Akan tiba saatnya, ketika kita berhadapan dengan persimpangan-persimpangan jalan.

Jalan yang satu mungkin akan membawa kita menyusuri sebuah jalan setapak, memasuki hutan lebat dengan pohon-pohon pinus besar yang berdiri anggun menyambut. Kokoh, tegar, berdiri dalam diam.

Sementara jalan yang lain memanjakan mata dengan hamparan danau biru yang luas, burung-burung terbang bebas berkerumun. Damai, sepi, menyelimuti dengan tenang.


Atau bisa juga kita salah membuka pintu. Memasuki rumah seorang bangsawan tanpa izin pemiliknya. Akibatnya kita tertangkap, dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah, terperangkap dalam kesendirian.

Setelah fantasi menarik diri dan akal sehat kembali menggerayangi, sebelum melangkahkan kaki, kita akan sampai kepada satu momen diluar dimensi. Waktu terasa berhenti, bergerombol perasaan menyesaki dada, kebingungan melanda; jalan mana yang harus kita pilih?

Life is a series of thousands upon thousands of forks in the road. When we strip life down to its core, it’s all about making one choice after another. Add up all our choices and there’s our life.

We can’t seize in between, for it will end up in stagnation. Likewise, there’s no room for mediocrity.

Lalu, tidak ada cara lain selain memilih.

Terkadang, pilihan-pilihan itu jelas terlihat di depan mata.
Kadang pula, kita sendiri yang tanpa sadar memilih untuk berada ditengah pilihan-pilihan itu.
Namun tidak jarang, kita sama sekali tidak menyadari saat pilihan datang, bukan, namun berlari, dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya, sehingga kita tidak sempat membalikkan badan, apalagi bersembunyi.

Dan kadang....

Kita dihadapkan pada kondisi dimana memilih adalah satu-satunya jalan yang kita miliki.

Inilah yang terjadi dalam hidup, ketika hidup, melalui hidup.


Kita telah, berjuta-juta kali memilih A daripada B, atau memilih B dibandingkan A.
Semua menjadi sebuah paradoks kehidupan. Each choices made is a defining point of our life, good or bad.

Orang bijak berkata; "memilihlah dengan bijak". Namun tidak ada satupun diantara mereka yang dapat menjelaskan bagaimana cara memilih yang bijak, yang mana yang merupakan pilihan bijak, pun bagaimana menjadi bijak itu sendiri.

So how do we know the road to take?
Where the road we have to take?
Why we can't know which the road to take?
When we have to take the road?

Or billions question like that poppin' out of our mind.

Jawaban saya hanya satu:

Why we have to know which the road to take?

Enjoy life, it's always full of surprises. We only live once. :)))

"all of those things might be horrifiying and look really bad for you right now. But afterwards, after you’ve gone through all, you’d look back and you’d smile remembering them."
-Me, to myself 

I keep sinking those words to my head in order to stay positive. I guess I'm making things screwed and messed up everything these days. Don't know why, I'm lack of excitement to do anything. 

Ah, yes. I was read someone's blog and found this: Curcol itu bikin enak, cari dukungan, cari orang sepaham. TAPI TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH DAN TIDAK MEMBANGUN KITA.
 
Jlebb. Ha-ha. I'm all got offended just a moment after I stare at those words. They're soooooo RIGHT! I curcol too much, and that's not even solve any problem but increase my selfishness to proving that I'm right to others. Yes, I'm worst I know.
So, enough of the 'menye-menye' times. I have to focus and back on my track. I know I can. I can do anything I want and I have to urgeing myself to finished what I should. Because who's left in my life after all? Me. Just myself. Indeed.

I'm growing up. I'm moving forward, let the past just pass.

I know I'm not good enough, but from now on, I won't take every problems as a matters to me. It's the steps of life. I will keep being good, and try to always doing good deeds to others. I want to be a lighter in the darkness. 

Never doubt when you do true goodness.

Give. Share. Sacrifice.
Let go. The balance book of life will always sorts out.
You may not know when, you may not know how, and it may not be coming back to you but to another person, but it will never be for nothing.

Just like a song I love says, "God knows we're worth it."

Happy March! :)))

 

Sepertinya harus sungkem dulu sama Internetju karena agaknya sedikit terlupakan akhir-akhir ini. Ampun maaaaaaaakkk :”D

Beberapa hari yang lalu ada seorang teman yang nanya ke saya, “Rim kok blog galau lo si internetju-dot-blogspot-dot-kom itu gak apdet-apdet lagi sih sekarang?”. Nah, saya langsung tertegun saat itu dan langsung mikir. Pertama, anjir, kenapa harus blog galau sih? Gak kece amat -_- Okelah, skip. Yang kedua, saya ngerenungin dan sadar.... Iya juga ya, kayaknya akhir-akhir ini saya udah jarang banget, bahkan nggak pernah nulis lagi disini.

Why? Apa passion menulis saya sudah hilang? Tentu enggak. Apa nggak ada bahan galauan lagi makanya nggak nulis-nulis? Sial, nggak juga -_- Trus kenapa dong?  Sibuk.

Hah? Sibuk?

Iya, beneran. Akhir-akhir ini saya sibuuuuuk banget dan STRESS. Sebelum ngeluarin unek-unek, saya kepikiran ini si netju kalau manusia udah kesel banget kali ye doi dijadiin tempat pelarian mulu giliran lagi susah sedih apes.

Yah, karena udah lama nggak nulis dan terlalu banyak momen-kejadian-peristiwa yang nggak sempet saya rekam lewat tulisan (iya sedih banget :[), di postingan ini saya hanya ingin mem-flashback apa saja hal-hal yang sekali lagi sudah saya lewati di bulan kedua, Februari.

Indeed, indeed... Time flies damn fast, sampai saya bahkan nggak nyadar besok udah bulan Maret. Wow! :O

Rekam jejak sebulan ini diawali dengan rutinitas sehari-hari sebagai mahasiswi semester 6 yang, jujur, baru 3 minggu kuliah tapi udah beberapa kali nangis saking capek, stress, dan mumetnya.

Kuliah sekarang sampai saat ini menurut saya pribadi nggak seasik dulu. I mean, bukan pelajarannya sih, tapi suasana belajarnya. Semester ini pertama kalinya saya kuliah-praktikum pisah literally isah sama temen-temen di SIL, karena ngambil SC yang macem-macem. Jadi ya gitu, flat. Apa karena memang saya yang orangnya nggak gampang bisa ngebaur di lingkungan yang baru, atau emang nggak ada yang seasik SIL 47? Saya yakin, yang kedua jawabannya. :)

Oh iya, ada satu SC saya yang paling absurd semester ini: KEPELAUTAN. Hah ngapain tuh? Apa hubungannya sama Teknik Sipil? Kaga tau. Bhahahahahahahak. Cuma ngikutin Tami doang dan kebetulan jadwal kosongnya cuma jodoh sama Kepelautan. Trus ngapain aja? Ya sejauh ini sih praktikumnya cuma lari keliling 3 puteran trus nanti berenang. Hahahahahahaha yaudahlah kali aja bisa berlayar jadi pelaut nanti B-)

Ya, selain jadwal kuliah yang misah-misah itu yang otomatis bikin kita jadi jarang ngumpul lagi, at least sekedar makan bareng atau bengong-bengong ngobrol ngalor ngidul nungguin jam pergantian kuliah, tidur dikelas, ngerusuh, dan sebagainya, yang bikin semester ini berat lagi adalah tugas-tugasnya. Saya agak nggak paham sih sebenernya, soalnya denger-denger dari senior katanya semester 6 oke-oke aja tuh, tapi saya ngerasanya malah lebih berat dari semester 5. Tugas, laporan, presentasi, udah jadi makanan hampir setiap hari sekarang. Kuliah dari pagi sampai sore, malam nya begadang ngerjain tugas, gitu terus setiap hari, sampai mikirin jalan-jalan atau refreshing aja nggak sempet kayaknya. Yah, emang proses sih, once in a lifetime jadi undergraduate student, nikmati sajalah . :D

Selain itu, kami (saya dan temen-temen mahasiswa-i semester 6 yang lain) juga sebentar lagi akan PL. PL itu singkatan dari Praktek Lapang, yang artinya kami akan semacam magang di perusahaan gitu selama kurang lebih 40 hari. Waaaah ini salah satu hal berat yang harus bisa saya taklukin nih, karena proses nya panjang dan ribet banget. Dari mulai nyari-nyari tempat PL, sampai bikin proposal dan semacamnya. Saya agak ngeri juga ngebayangin gimana nantinya saya PL, yang bener-bener sendirian nggak sama temen-temen. Ilmu apa yang udah saya kuasain? Duuuuuh pusing :(

Sekarang galaunya mah akademis ya, lebih berkualitas. Hahahahaha :P Dan emang bener semakin kesini banyak banget yang harus di prioritasin. Ngeliat temen-temen yang lain juga saya agak sedikit tertegun, kayak anak-anak WHK yang sekarang sering di sekret sampe tengah malam bahkan dini hari, yang biasanya mereka nge-net buat ngegame atau sekedar download film, sekarang sibuk berkutat dengan PKM dan berbagai macam lomba. Salut banget. Kayaknya semua sedang berproses menuju tingkat kedewasaan yang lebih, ya. :")

Saya juga Alhamdulillah sudah mendapat sedikit pencerahan akan jalan mana yang mau saya pilih untuk masa depan saya nanti. InsyaAllah saya akan mendalami ilmu tentang Sistem Manajemen Lingkungan, yang saya rasa paling saya minati dan mengerti diantara yang lain. Mudah-mudahan semuanya lancar aamiin. 
 
Gitu deh, lika liku mahasiswa. Kemaren saya juga sempet posting agak galau gitu ya, mungkin bawaan puyeng lagi mengalami hari yang suram dan melelahkan, maklum aja :’)

Di lain sisi bidang akademis, beberapa minggu yang lalu saya tiba-tiba dikejutkan oleh DM dari Wildan. Sebelumnya saya emang BBM dia, karena dia sekarang di Kementerian SenBud BEM KM, ceritanya saya mau ngedaftar untuk jadi panitia OMI gitu. Tapi dia bilang nggak bisa bantu, kecuali kalau mau IAC. Saya iya-iya aja dan minta dikasih info kapan OR nya. Nah beberapa hari setelahnya, saya tiba-tiba dapet DM dari Wildan yang isinya minta saya untuk jadi Ketua Divisi Acara IAC. Reaksi pertama saya adalah.... Bengong. Hah? Gue? Kadiv Acara? IAC? Emangnya gue bisa?

Setelah saya berdebat agak panjang sama Wildan kenapa tiba-tiba saya gitu, akhirnya saya ngeberaniin diri untuk bilang iya. Sebenernya takut juga, takut banget malah. Ketakutan terbesar saya adalah karena ekspektasi yang begitu tinggi dari orang-orang ke saya. Itu sih. Kayak, “ya gue tau lah Rim lo kan kreatif banget, pasti lah konsepan lo keren dan acara tahun ini bisa oke banget.” Semacam itu. Bener-bener nggak suka. Malah jadi beban sendiri buat saya. Saya malah suka kalau direndahin, dalam arti ya orang-orang expect nothing dan cenderung ngeremehin saya, karena saya langsung on fire buat nunjukkin kalau hellooooo gue punya kualitas.

Balik lagi, sebenernya ada beberapa saat saya pengen mundur aja, ditambah kondisi kuliah yang lagi berat-beratnya kayak gini. Tapi kan nggak mungkin juga, ibaratnya udah bener-bener kecemplung ini mah. Dan banyak orang yang menaruh harapan dan kepercayaan dipundak saya, saya harus ngejaga itu. Takut iya, excited iya, bangga iya, semangat iya, tapi beban juga iya. Wah campur-campur deh rasanya. Saya coba jalanin aja semampu saya dan semau saya. Iya, karena saya nggak suka diatur-atur dalam meng-create sesuatu, walau tentu harus ada batas-batas yang saya ikuti. IAC ini saya anggap jadi refreshing buat otak saya setelah berkutat dengan berbagai tetek bengek keteknikan yang jujur nggak begitu saya suka, kalau ibarat jadi EO gini sih sebaliknya emang hobi saya banget! :D Jadi bersyukur Alhamdulillah untuk kesempatannya mewujudkan satu mimpi saya, Hamdallah hamdallah ya Rabb. :))

Pokoknya berharap yang terbaik aja untuk semuanya. Semoga kuliah lancar, PL lancar, IAC lancar, kehidupan lancar, hubungan sama Erbi juga tetep dan makin lancar. Aamiin.

Terimakasih, bulan kedua! :D
Ketika menulis ini, saya benar-benar sedang berada didalam sebuah fase dimana saya merasa sangat sendiri....... dan kesepian.

Entah apa dan kenapa, atau bagaimana serta kapan datangnya. Namun saya yakin, kita semua pasti pernah setidaknya merasakan apa yang sedang saya rasakan. Feeling lost. Apa yang hilang? Saya pun nggak tahu. Yang jelas, saya merasa hampa. Walaupun saya punya seabrek kegiatan, sejumlah sahabat yang luar biasa baiknya, pun dengan seorang pacar, tapi nggak tahu kenapa sekarang saya masih juga merasa sepi.

Apa ya? Mungkin ini sebuah bagian dari pendewasaan. Perkembangan pola fikir sampai pada tahap, apa sih sebenernya tujuan hidup gue? Ya, saya tahu toh hidup kita didunia hanya untuk mencari pahala sebagai bekal dikehidupan nantinya yang kekal, saya paham. Namun lebih dari itu, sebenarnya apa yang sedang saya lakukan sekarang?

Mungkin ini yang namanya perubahan fase dari remaja, untuk mulai memasuki masa dewasa. Ah, tapi rasanya terlalu dini. Saya hanyalah seorang anak yang tidak tahu apa-apa mengenai dunia, pun artinya. Tapi semakin hari, semakin saya menghidupi kehidupan saya ini, saya masih juga tidak mengerti benar-benar, lagi ngapain sih gue nih?

Iya, belajar, menjadi seorang sarjana, lalu bekerja dan membantu orang tua. Tentu itu tujuan semua orang, begitu juga dengan saya. Saya harus hidup terpisah dari kedua orangtua dan adik, ya untuk itu. Mungkin itu juga ya alasan kenapa saya merasakan hal seperti ini, sepi, karena tidak hidup berdampingan lagi dengan orang-orang yang paling saya cintai.

Ini tahun ketiga, dimana saya hidup sendirian. Hanya ada sahabat-sahabat yang setiap hari 'seliweran' di kehidupan saya. Entah gimana saya kalau nggak ada mereka, mungkin bukan cuma abu-abu, setidaknya abu-abu masih sebuah warna. 

Tulisan ini benar-benar nggak bermakna. Saya pun nggak bisa melihat korelasi antar kalimat yang saya tulis. Biarlah, kali ini saya hanya ingin berusaha mengurai benang kusut yang menyelimuti pikiran saya.

Mungkin, saya hanya sedang ingin dipahami. Selama ini saya merasa saya selalu mencoba "ada" untuk orang-orang disekeliling saya. Mendengarkan keluh kesah dan cerita mereka, berbagi tawa dan kesenangan. Namun jauh, jauh dibalik itu semua, saya memendam rasa hampa yang begitu besar. Mungkin saya juga ingin, atau butuh, memiliki orang yang bisa "ada" untuk saya. Orang yang benar-benar bisa melebur dengan semua keanehan dan kesuraman pikiran saya. Tapi saya tidak yakin, dan belum pernah menemukan orang yang benar-benar bisa tahan dengan saya yang seperti itu. Makanya, selama ini saya berusaha menutupi nya dengan selalu bersikap ceria dan terlihat biasa didepan mereka.

Topeng? Ah, terlalu jahat rasanya menyebutnya. Seakan saya menipu semuanya dengan hal yang palsu. Tidak, saya benar-benar bahagia dengan apa yang saya miliki, orang-orang hebat yang selalu baik kepada saya. Mungkin terkadang saya hanya butuh dimengerti, seperti saya selama ini berusaha mengerti.

Sometimes I just need to babble about everything I felt about. Tapi saya nggak tahu harus kepada siapa saya menumpahkan semua rasa itu, selain kepada Tuhan Yang Maha Besar, tentu. Bukan, bukan sekedar masalah sehari-hari, yang saya tahu, saya masih bisa mengatasinya sendiri. Tapi lebih ke....... apa ya? Mungkin lebih tepatnya, saya ingin membuka diri saya selebar-lebarnya, sepenuhnya, kepada orang yang bersedia peduli. Karena, menyimpan semuanya sendiri itu benar-benar melelahkan ya?

Saya akui, saya terlalu menahan diri. Saya terlalu sombong, untuk selalu bersikap kuat, dan menguatkan orang lain. Sementara sebenarnya saya pun rapuh dan butuh tempat untuk bersandar. Saya selalu sibuk untuk membahagiakan, pun saya sebenarnya juga ingin merasakan dibahagiakan oleh orang lain. Seperti sekarang.
Newer Posts
Older Posts

Hello, It's Rima!

Hello, It's Rima!
A free-spirited hippy type that often get soaked from dive so deep into her complex thoughts and a lot of big feelings.

Labels

asi vs sufor engagement korean drama life menujurrumah parenthood Rania review film rima's k-drama recap

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • Three years later....
  • ►  2020 (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2019 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (2)
  • ►  2016 (35)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2015 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2014 (40)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2013 (18)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (31)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)

Find something

Most Popular

  • Apa Cita-Citamu?
  • Everybody's Changing
  • Lumos
  • Do Something, Make Something
  • We Can't Wait Forever
  • Nozomi, A Hope
  • "Kalau nggak enak, kasih kucing aja"

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates