twitter instagram linkedin
  • HOME
 
Setiap nonton Catatan Hati Seorang Istri yang lagi populer itu, Mamah saya suka ngomong, "Mamah nggak habis pikir Kak! Kok bisa sih Mas Bram selingkuh lagi? Masa khilaf sampe berkali-kali!" yang ngebuat saya jadi kepengen nulis tentang ini.

Buat saya, (regardless of the personal matters) objectively saya bilang kalau selingkuh itu jahat. Jahat banget. Sebelum saya bahas kenapa selingkuh itu jahat, sebenernya selingkuh itu apa sih? Menurut artikel yang saya baca:  To some people, cheating could means having a physical interest or emotional relationship outside of partnership. While others define it as actually having intercourse with someone who isn't your partner.

Macem-macem orang emang beda menafsirkan perselingkuhan. Ada yang nganggep kalau sekedar berhubungan yang mesra-mesraan sama orang lain itu bukan selingkuh, tapi ya cuma genit aja. Ada juga yang bilang itu selingkuh. Atau ada yang bilang selingkuh itu kalau emang bener-bener punya pasangan lebih dari satu (kecuali emang udah sah poligami loh ya).

Penyebabnya pun banyak banget (ini menurut sotoy-sotoyan saya aja). Biasanya, orang selingkuh karena merasa nggak puas sama pasangannya. "Nggak puas" ini bisa berarti macem-macem loh, bisa tentang physical, sexual, juga secara emosional. Maksudnya gini, dalam sebuah hubungan, kita pasti butuh ketenangan, kenyamanan, dan kecocokan sama pasangan kita. Nah, ada orang yang nggak bisa ngedapetin itu, akhirnya mencari orang lain yang bisa ngelengkapin kekosongan dia, yang bisa memenuhi kebutuhan emosionalnya dia. Ada juga orang yang selingkuh karena...... Ya pengen aja. Orang punya ketertarikan sama orang lain itu fitrahnya manusia, bahkan ketika kita udah punya pasangan sekalipun. Nah ada orang yang setiap tertarik ngelihat cewek cantik/cowok ganteng (physical and sexual interest) bawaannya dalam hati tuh "ih gue harus bisa dapetin dia." (serasa dirinya udah oke banget). Akhirnya jiwa kompetitifnya itu keluar, yang ngebuat dia gimana caranya harus bisa ngedapetin apa yang udah bikin dia tertarik. Biasanya orang yang kayak gitu selingkuh buat iseng-iseng atau seneng-seneng aja, nggak terikat secara emosional. Kalau Mas Bram selingkuh sama Hello Kitty..... aku juga gak tau kenapa. Padahal Mbak Hana kurang apa coba ya ih... :((

Yang ngebuat saya bilang kalau selingkuh itu jahat banget adalah beratnya situasi yang harus dihadapi seseorang setelah tau kalau pasangannya selingkuh. Cheating itu sepaket sama lies and betrayal. Bayangin gimana rasanya dibohongin dan dikhianatin sama orang yang deket dan kita percaya?

Saya emang bukan psikolog dan nggak ngerti psikologi sama sekali sih. Tapi yang saya tau, diselingkuhin itu sakitnya bukan cuma pas tau, "ooh dia selingkuh" trus udah gitu aja. Nggak sama sekali. Saya sering bilang, the pain will haunted you. For a long long time, kalau dirasa 'for the rest of your life' itu lebay. Kenapa? Ketika kamu tau kamu dibohongin, dikhianatin, apalagi ditinggalin buat orang lain, rasanya ituuuuuu.... Mungkin kayak kena kutukan Cruciatus di Harry Potter. Hahahaha. Habiiis, lukanya emang nggak keliatan, tapi efek rasa sakitnya jelas banget kan? 

Iya. Psikologis dan fisiologis. Dampak ke psikologis karena pengkhianatan itu jangan dikira enteng loh. "Kenapa sih dia bisa selingkuh? Kurangnya gue apa? Emangnya dia lebih cantik/ganteng dari gue? Lebih baik? Lebih segala-galanya? Setelah semua yang gue lakuin, kenapa dia bisa setega itu sih?" and so on. And on. And on. Pertanyaan-pertanyaan itu bakal selalu muncul dan ngebuat kamu kehilangan percaya diri (karena ngerasa kamu kurang ini dan itu), self-loathing, harga diri hancur, ngerasa gagal, sedih, sakit hati, marah, bahkan bisa jadi benci dan dendam. Dan itu jadi ngaruh ke fisik. Kamu bakal susah tidur karena pikiran-pikiran itu selalu ngehantuin kamu, nggak semangat ngapa-ngapain. Emosi kamu jadi nggak stabil, bisa sering nangis dan marah tiba-tiba pas keinget kejadian itu. Saya nggak tau kalo di psikologi istilahnya apa ya, but for the briefly I could say that cheating, lies, and betrayal will make a very deep trauma.

Setuju, gaeees?
Dan menurut hasil riset kesotoyan saya, kebanyakan orang yang selingkuh bahkan sampe ninggalin pasangannya buat si orang baru itu, pada akhirnya "nyesel" dan pasti nyari-nyari pasangan lamanya lagi buat balikan. Iiiiih kesel ya! Apaan coba! Siapa dia sih? *langsung dengerin Jar of Hearts nya Christina Perri* *sekarang sok-sokan bisa ngomong gitu.  hahahaha.

Pertanyaannya, can your relationship survive after the affair?

Sebagian, apalagi perempuan, they easier to forgive their partner and will struggle to rebuilding the relationship again. Dalam kondisi kayak gini, pasti banyak orang yang nggak setuju dan nganggep kalau orang yang masih mau pertahanin hubungan padahal udah diselingkuhin itu bego banget, kalau nggak mau dibilang tolol. Tapi orang yang mau mempertahankan, berarti buat mereka 1000 kebaikan si pasangan mampu ngalahin 1 kesalahan itu. Nggak ada yang salah. Ada pepatah yang bilang, kesabaran itu nggak ada batasnya. Buat saya, kadar kompromi seseorang dengan sebuah keadaan itu yang berbeda-beda batasannya. Mungkin buat kamu, sekali diselingkuhin adalah hal yang nggak bisa dimaafkan, tapi buat saya (dulu), nggak ada salahnya ngasih kesempatan kedua, ketiga, keempat, bahkan kesekian kalinya....

But now, after all I've been through, I came to the reality that actually there is no hope to survive after the affair.

Kenapa?

I would ask you:

Can you really ever trust someone again after they’ve cheated on you?

Ketika saya tanya ke diri saya sendiri, jawabannya. Yes, I want to. (tapi ada lanjutannya)
But I am so suspicious all the time.

Trusting someone isn’t easy after they’ve betrayed you. You want to believe what they say, but can you really ever know if they are telling the truth, once they have lied to you? Buat saya, sampai saat ini: Probably not. And don't.

Trust issue ini yang akan bikin hubungan setelah perselingkuhan itu susah banget direkonsiliasi *sok-sokan kayak politik. Hakhak* Dan masalah kepercayaan ini bakal jadi bom waktu yang setiap saat tuh siap buat meledak. Susah banget loh untuk mulai ngebangun kepercayaan lagi setelah kepercayaan itu dihancurin. Jangankan ngasih kepercayaan buat orang lain, percaya sama diri sendiri aja pun akan suliiiiiiittt banget. Kalaupun kamu bisa percaya lagi, kamu sebenernya bukan percaya sama pasangan kamu itu, tapi percaya sama intuisi kamu. Tapi disaat itu, sometimes you don't know whether it's your intuition or voice of fear.

Kamu akan jadi curigaaaaaa terus sama pasangan kamu. And the insecurities will kill you, sooner or later. Pasangan kamu pun, yang tadinya (mungkin) udah (mau) "insyaf" dan bener-bener nggak selingkuh lagi, malah akan jadi nggak nyaman dan jengah dicurigain terus. Dikit-dikit, nggak percaya. Dikit-dikit, ngungkit kejadian dulu. Dan besar kemungkinan, pasangan kamu akan selingkuh lagi pada akhirnya, untuk "melarikan diri" karena ngerasa tekanan dari kamu yang nggak kunjung selesai. 

Jadi, siapa yang salah?

Si pasangan yang selingkuh akan bilang: aku selingkuh karena kamu nggak percaya sama aku!
Sementara yang diselingkuhin akan bilang: aku nggak percaya kamu karena kamu selingkuh!

See? A circle of problem that doesn't have a start and ending.

 
So, now it's clear for me, nggak ada gunanya mempertahankan hubungan yang udah hancur. Hancur loh ya bukan rusak. Kalau rusak, masih ada kesempatan buat diperbaiki. Tapi kalau sesuatu yang hancur? Nggak ada jalan lain selain ngebuangnya dan berusaha untuk mendapatkan yang (syukur-syukur) lebih baik. Dan sekarang saya bersyukuuuuur banget, karena punya seseorang yang begitu baik :)
"Surely, what comes after will be better for you than what has gone before." [Al Qur'an 93:4]

Pengalaman saya, old habits die hard. Semua setuju kan? Kalau kita udah kebiasaan begadang, pasti susah tidur cepet. Kalau kebiasa males, akan seterusnya males. And player, will always be player.

Betul, semua orang bisa, dan pasti akan berubah. Tapi buat saya sudah cukup. Untuk punya kasir yang pernah berkali-kali ketauan nyolong, tapi tetep saya pertahanin, lalu saya curigain setiap saat. Buat apa? Capek hati.

Sekian. ;D



PS: Tulisan ini bukan nyalahin orang tertentu, apalagi ngejelek-jelekin. Soalnya Mas Bram nggak jelek kok! Hahahaha :p ini pelajaran buat saya, dan mungkin kamu juga. Jangan pernah selingkuh ya, karena kepercayaan itu nggak ternilai harganya. If you aren't happy with the relationship, then why stay in it? :)



Hai....

Ayah.

Ayah lagi tidur sambil mendengkur waktu kaka nulis ini. Hihi.

Tadi kaka mau bongkar-bongkar album foto sama ade, nyari foto-foto lama, tapi gak jadi Yah, males.

Kaka mau nostalgia. Memutar lagi kenangan masa kecil dulu... Biasanya Ayah yang cerita, kaka cuma ketawa-ketawa sama mama dan tasya. Hahaha.

Ayahku, yang kata orang hitam dan seram.
Dulu waktu kita masih bertiga, Ayah yang tiap pagi ngegendong sambil nyuapin kaka nasi tim. Trus main tinggi-tinggian. Ayah ngegendong kaka di atas pundak, sambil nyanyi lagu bikinan sendiri. Kaka masih inget loh sampai sekarang "tinggi... tinggi... tinggi sekali, di atas awan, seneng-senengan, asyik-asyikan, manja-manjaaaan~" Hahaha. Tapi dulu menyenangkan sekali, kaka selalu ketawa pamerin gigi yang baru muncul satu-dua biji. 

Ayahku, yang suka becanda tak kenal waktu.
Dulu ayah masih sering ditugasin ke Kalimantan, Bontang, sampai Sumbawa, kaka selalu tulis surat buat Ayah, trus dikirim lewat Pak Pos.
Dulu belum ada hp ya yah, sinyal telepon pun susah. Ayah sering cerita, Ayah pamerin itu surat-surat kaka ke bos-bos bule ayah.  "Look, these are from my daughter. She's only 3 years old but she did all of this!"
Haha. Sekarang suratnya pada dimana ya Yah?

Ayahku, yang tak keras namun tegas.
Disaat anak-anak kecil yang lain setiap sore main galasin atau tak benteng di lapangan, kaka lebih suka ngelihatin jendela nunggu Ayah pulang kerja.
Habis itu, kita baca buku cerita sama-sama, dan menggambar banyak binatang dan benda. Gambar Ayah bagus sih, jadi kaka sering minta ajarin. Koleksi buku gambar kaka, entah udah berapa jumlahnya.

Tapi Kaka paling sebel kalau udah mau ulangan umum. Ayah selalu maksa kaka buat belajar matematika, sementara pelajaran yang lain boleh diajarin mama.
Setiap malam, kaka disuruh ngerjain berpuluh-puluh, bahkan pernah sampai 100 soal ya Yah, hitungan perkalian dan pembagian. Kalau skornya jelek, Ayah ngehukum nyita komik-komik Kaka. Disembunyiin di kamar kerja.

Lalu kaka mulai beranjak remaja, Ayah. Segala perhatian Ayah mulai membuat kaka jengah.

Ayah yang biasanya mengantarkan kaka sampai depan kelas, lengkap dengan ciuman di pipi dan dadah dadah dengan suara keras, berganti dengan mobil jemputan yg penuh dengan teman-teman.
Ajakan Ayah setiap minggu pergi ke taman gajah, berubah dengan kaka sibuk smsan dirumah.

Kaka seakan menganggap diri kaka udah besar, udah bukan waktunya lagi dimanja-manja Ayah.

Sampai kini....

Kaka sadar. Bahwa bukan hanya kaka yang bertambah dewasa, pun Ayah sebenarnya ikut menua.

Seiring kini, kaka sangat menikmati waktu-waktu bersama Ayah. Kaka seneng, dismsin hal-hal nggak penting sama Ayah. Ngedengerin celotehan nggak jelas yang selalu narsis nyebut diri sendiri Ay-ay gan-gan (Ayah Ganteng). Nonton bareng film-film X-Men kesukaan Ayah. Atau nyanyi lagu-lagunya Michael Learns To Rock yang kaka sampai hafal sejak SMP. Kaka tau, Ayah kesepian, melihat dua putrinya sekarang tenggelam dalam dunianya sendiri.

Melihat rambut-rambut putih yang mulai tumbuh dikepala Ayah, mendengar suara batuk Ayah yang kini terdengar hampir setiap pagi, dan melihat kalender yang menunjukkan tanggal hari ini...

2 Agustus 2014.

Ayah, ini hari kelahiran Ayah.

Rasanya, kaka gak mampu menuliskan beribu doa yang kaka mohonkan untuk Ayah.
Maka izinkan kaka, pada hari ini, di ulangtahun ayah yang ke 49, meminta doa dari Ayah.

Yah...
Doakan kaka ya.
Agar kaka mampu, bukan membahagiakan, tapi setidaknya meringankan sedikit peluh dan keringat Ayah.
Kaka tau, Ayah lelah. Di usia yang udah tak muda lagi, Ayah masih harus pergi pagi dan pulang malam, demi kaka, mama, dan adek bisa makan.
Kaka tau, Ayah mulai sering sakit pinggang. Mungkin juga banyak sakit lainnya, tapi nggak pernah Ayah keluhkan. Ayah selalu begitu.
Kaka ingin Ayah istirahat. Berdua mama dirumah, bercengkrama dan bersantai menikmati masa yang tak lagi muda.
Ayah bilang, Ayah mau punya rumah di Bogor ya? Yang jauh dari hiruk pikuk kota dan segala problematikanya. Tenang, dekat dengan alam.
Ayah, sekarang kaka sudah sarjana. Mengikuti keinginan Ayah untuk memiliki gelar yang sama, seorang insinyur. Melihat senyum bangga dan bahagia Ayah kemarin, membuat kaka hampir nggak mampu menahan air mata yang telah menggenang. Ayah berhasil, berhasil mendidik dan membimbing kaka hingga menjadi sekarang.
Ayah, Kaka mohon ridho nya Yah, mudah-mudahan kaka bisa menggantikan Ayah, secepatnya, untuk menafkahi keluarga ini, membiarkan Ayah rehat dari segala aktivitas yang selama ini membelenggu Ayah, mewujudkan mimpi-mimpi Ayah...

Yah, doakan kaka ya...
Agar nanti, kaka bisa memiliki laki-laki yang mau dan mampu menjaga kaka, seperti yang sudah Ayah lakukan, 20 tahun lamanya.
Ayah yang nggak pernah bosan dan menolak ketika kaka minta antar jemput kesana kemari, panas, hujan dan macet, tapi Ayah sama sekali nggak pernah mengeluh.
Ayah yang selalu menjadi imam sholat yang baik, yang menjadikan tradisi berjamaah baik subuh maupun magrib dalam keluarga menjadi sebuah kebiasaan, contoh bagi keluarga kecil kaka kelak.
Kaka mohon restu Yah, mudah-mudahan akan ada laki-laki baik yang nantinya akan meminta izin kepada Ayah untuk menggantikan kewajiban Ayah menjaga kaka, mengambil tanggung jawab atas semua baik dan buruk, pahala dan dosa, dunia dan akhirat diri kaka.
Sehingga Ayah tak perlu lagi mengkhawatirkan kaka, karena telah ada seseorang yang Ayah percaya untuk membimbing kaka..

Untuk laki-laki yang pertama kali aku cintai...

Ayahku.

Tubagus Rizal Andriaz.

Selamat ulang tahun, ke empat puluh sembilan.
Semoga Allah selalu memberkahi seluruh kehidupan dunia dan akhirat Ayah.

Semoga Allah memberikan Ayah dan Mamah umur yang cukup, bukan untuk melihat kesuksesan kaka dan adek, melainkan melihat kesuksesan Ayah dan Mamah yang telah berhasil membesarkan kaka dan adek dengan baik.

Terima kasih, telah menjadi orang tua, teman, dan guru yang begitu sempurna.

Salam sayang,
Kaka.









Merasai rasa, aku belajar segala yang ada.

Dari pertemuan, aku mengenal.
Bukan mana kawan, mana lawan.
Melainkan kemewahan bersinggungan dengan orang-orang.
Yang aku tau, tak akan selamanya singgah namun selalu bisa ku petik pelajaran dan kenangan.

Dari kebersamaan, aku melihat.
Bukan baik buruknya waktu yang telah melaju.
Melainkan berapa besar dan banyak perubahan selama kita tumbuh dan berkembang.
Yang akan menjadi bekal, untuk dapat melanjutkan perjalanan dimasa depan.

Dari harapan, aku bersyukur.
Bukan tentang hal-hal yang harus aku raih dan aku capai.
Melainkan jutaan semangat yang terus aku hembuskan demi asa-asa tercipta.
Yang menjadi kekuatan dalam diriku untuk tak mudah jatuh dan merasa kalah.

Dari kepedulian, aku mendengar.
Bukan hanya keluh kesah yang membuat mereka datang menghampiri.
Melainkan riuh yang sedikit teredam dalam ketenangan dari setiap pelukan dan senyuman.
Yang aku harap dapat meringankan bebannya, walau tak bisa ku hilangkan sepenuhnya.

Dari kasih sayang, aku mengerti.
Bukan apa yang akan aku dapatkan setelah aku memberi.
Melainkan kehangatan yang menjalar ketika kita berusaha berbuat apa yang mampu kita buat.
Yang menempa hati dan kualitas diri untuk mengenal arti ketulusan tanpa mengharap balas.

Namun rasa adalah persoalan suka dan duka, mendesak hati sampai sesak.

Dari kebohongan, aku tersadar.
Bukan lalu timbul kebencian dan rasa sakit hati.
Melainkan semakin menghargai kejujuran sebagai sebuah komitmen tinggi.
Yang harus selalu aku jaga, demi setiap kepercayaan yang telah aku terima.

Dari pengkhianatan, aku bersabar.
Bukan kemarahan dan dendam yang terus merajalela menganggap semua adalah kejahatan.
Melainkan mengenal rasa sakit yang abstrak. Tidak terlihat tapi terasa. Tidak teraba tapi mencekat tajam entah dimana.
Yang akan menjadikan aku mengasihi kesetiaan, karena aku tau pedihnya ditinggalkan.

Dari kehilangan, aku menerima.
Bukan tentang sesuatu yang disia-siakan, dibuang setelah manis berubah sepah.
Melainkan menerima bahwa tidak semua hal yang indah dan membuat jantung berdegup kencang berarti takdirku.
Yang menjadikanku tak lupa, bahwa patah hati membuatku kuat untuk mampu merelakan dan hidup kembali.





4 tahun yang lalu, pertama kali gue ketemu orang ini.
Katanya, ketemu di depan LSI, dengan gue berbaju rajut hijau, pakai kacamata besar, kenalan pas gue jadi ketua kelompok praktikum bareng dia.
(Well, she said that, sejujurnya gue lupa sih kejadian itu! Hahahahahaha)
Rusak sudah prolog gue yang tadinya mau gue bikin serius. XD

Tapi gue inget banget.
4 tahun yang lalu, gue kenal perempuan ini.
Dengan daleman ninja yang selalu dipakai dikerudungnya, dengan baju nya yang setiap hari selalu meriah warni dihiasi berbagai aksesori, dengan pipi chubby yang selalu diiringi senyum ramah, waktu itu belum dipagari giginya.
Dia nggak banyak omong, kita pun nggak banyak ngobrol. Walaupun gue dan dia hampir selalu satu kelompok setiap praktikum.
Tapi gue tau, dia ini perempuan baik.

Kenapa?
Karena dia selalu dengan ikhlasnya minjemin gue catatan, contekan, dan laporan-laporannya untuk gue salin. Hahahahahaha xP
Waktu itu perkuliahan gue masih jahanam banget emang :")
Tapi disitu gue terenyuh, gue bahkan jarang nyapa ini orang, tapi dia pas gue butuh selalu mau ngebantuin.
Dia juga orang yang sering, nanggepin twit-twit aneh gue (waktu itu gue lagi jamannya sering ngegombal ditwitter hahaha), padahal kalau ketemu dikelas kita jarang ngobrol. 

Satu hal yang gue nggak pernah tau, saat itu, bahwa ternyata perempuan ini punya andil dan bagian yang sangat besar dalam 4 tahun perkuliahan gue.

I will introduce you to her.
Seorang sahabat yang sangat gue banggakan.
Seorang sahabat yang begitu besar peranannya dalam hidup gue.
Seorang sahabat yang sangat, teramat gue sayang.

My half, my soul-sister.

Siti Utami Dwi Putri
 Kayaknya nggak ada yang nggak tau segimana deketnya kita berdua.

I already wrote that, banyak sekali disini. Bahkan beberapa post khusus buat dia. Tentang gimana kita dibilang orang Duo Maut, sampai renungan-renungan kita.

4 tahun mungkin bukan waktu yang lama. Tapi itu 1/5 dari umur gue. Dan 1/5 itu gue habiskan, hampir setiap harinya bareng Tami.

Noooo it's not lebay. It's literally. Gue bener-bener ketemu Tami dari pagi sampai pagi lagi setiap hari. Secara satu kosan dan kamarnya tinggal ngesot. Hahaha ;p

As I said, "ketemu setiap hari, dari bangun tidur sampai terkadang tengah malem bikin gue dan Tami udah paling kenal, ngerti, dan hafal satu sama lain. Semua cerita-cerita yang dialamin gue maupun dia, pasti sama-sama udah khatam. Ketawaan ngobrol ngalor ngidul, sampai nangis berduaan pas curhat-curhatan tuh udah jadi rutinitas sehari-hari."


Iya. Tami adalah orang yang paling penting, berjasa, dan berharga buat gue selama 4 tahun gue hidup pisah dari orangtua. Disini, Tami jadi keluarga gue. Dia bukan cuma sekedar sahabat, yang bisa main bareng, atau curhat-curhatan. Nggak sedangkal itu.
Gue ngerasain yang namanya ditolong saat sakit dan nggak bisa ngapa-ngapain sendirian. Tami pernah jalan ke Bara malem-malem buat beliin gue bubur. Tami pernah ngasih gue obat maag saat tau gue sakit, tanpa gue minta tolong. Tami bahkan tau semua obat-obat gue, dari mulai Panadol sampai Polysilane, dari koyo sampai minyak kayu putih. hahahaha :")

Dan gue juga ngerasain yang namanya khawatir banget kalau dia udah sakit. Tami itu anaknya kalau sakit, apapun, pasti nangis. Even cuma masuk angin atau diare. Karena reaksinya dia yang begitu, bikin orang langsung panik. Dia bahkan pernah kita bawa ke UGD cuma gara-gara diare. Hahahaha. Gue juga tau, Tami itu gampang banget masuk angin. Kalau kena angin malam, bahkan cuma begadang deh, pasti langsung masuk angin, dan muntah-muntah.

Gue hafal kebiasaan-kebiasaan Tami, pun dia sebaliknya.

Dia tau, gue suka tidur habis subuh yang bikin gue sering telat kalau kuliah pagi. Dia sering miskol-miskol buat bangunin. Tapi kita tetep selalu telat. Bukan, bukan gara-gara gue. Karena secepet apapun gue siap-siap, ujung-ujungnya akan berakhir dengan nungguin dia milih baju, kerudung, sepatu, dan aksesoris yang semuanya harus matching dia pakai. YES! She's that riweuh! Hahahaha.

Banyak banget deh kebiasaan-kebiasaan kita berdua yang udah sama-sama khatam. Gue tau dia HOBI BANGET NYAPU! For God's sake, dia sehari bisa lebih dari 8x nyapuin kamarnya! Hahahahahaha gilak emang XD
Dan gue tau, dia rajin banget ibadahnya. :") Gue banyak belajar dari Tami, yang selalu riweuh kalau udah denger adzan langsung harus sholat pokoknya, nggak pakai ditunda-tunda. :")

Tami tau kebiasaan-kebiasaan gue. Bahkan dia hafal suara langkah kaki gue! Iya, ini nyeremin emang hahahahaha. Kalau gue lagi jalan ke kamarnya pokoknya dia udah tauuuu aja kalau itu gue.


Kita juga punya banyak kebiasaan berdua. Sering jalan-jalan dadakan, beli barang-barang lucu kembaran, sampai selalu berantem masalah uang karena kalau minjem-minjeman nggak mau diganti nantinya! Hahahaha. Kita juga sering banget sepemikiran. Nggak janjian apa-apa padahal, tapi yang diomongin dan dilakuin tiba-tiba aja sama loh ckckck. Oh iya, kita juga sama-sama ngerebutin Pepew! Hahahahaha. Kita berdua dekeeeeettt banget sama Pepew, sampai sering pamer-pameran kalau Pepew lagi pilih kasih cuma merhatiin salah satu. xD

Ehem. Tapi aku yg menang bebs kayanya :3 hahahahahaha :p
Kayaknya semua-mua pernah gue lewatin bareng Tami. Makan, ngobrol, bobo, curhat-curhatan, main, ngegalau, nonton, belajar, nyalon, belanja, sahur, buka puasa, sholat taraweh, liburan kesana kesini, bahkan kita pernah mandi bareng. Berdua. HAHAHA ih tapi kita masih normal yah! Itu kepepet pas makrab doang kok :"3


4 tahun sedeket itu, gue tau dan ngerasain gimana perubahan-perubahannya dia, berkembangnya dia, pun sebaliknya. Yes, we grow up together.

Dari gue ulangtahun ke 18,19, sampai 20 kemaren, selalu sama Tami. Dari Tami ulangtahun ke 20,21,22, gue selalu surprisein jam 12 malem. Hahaha. (And yessss, she's that oooold! Wayolo tua hahaha kalo gue sih masih abege fufu~)

Tim riweuh tiap acara-acara SIL
Banyak banget cerita, masalah, pelajaran, yang kita sharing bareng-bareng.

Tami adalah tempat curhat gue banget. Dia bener-bener ibarat buku diary buat gue. Tami nggak sering ngasih gue nasehat, biasanya gue yang gitu ke dia. Tapi dia selalu ada disana, ngedengerin semua keluh kesah gue. Gue tau kadang dia bosen, kadang dia males, tapi dia nggak pernah nunjukkin itu. Dia selalu setia nemenin gue, mau jam berapapun, kemanapun.

Tami nggak pernah marah. 4 tahun gue kenal Tami, gue belum pernah tau gimana Tami kalau marah. Gue tau ada kalanya dia sebel, dan kesel mungkin sama gue. Tapi sekali lagi, dia sama sekali nggak pernah nunjukkin itu. Kita nggak pernah berantem. Gue juga heran :") hahaha.

Kalau diceritain semua, ini post panjangnya akan ngalahin skripsi gue. Hahahaha.

So I will cut 'till this.


Semua pertemuan pasti akan berujung dengan perpisahan.

Kemarin, waktu gue bantuin Tami beres-beres barangnya buat pindah kosan, hati gue nggak tau kenapa nyesek. Sedih. Nggak rela. Nggak bisa ngebayangin akan gimana jadinya gue nggak ada Tami dikosan.
Dan sekarang ngelihat barang-barangnya yang sebagian dititipin di kamar gue, gue kayak nge-recall apa-apa yang udah kita berdua laluin. Nggak ada lagi teriak-teriak "BEEEBBBBSSS!!!!" sambil heboh gedor-gedor pintu kamar. Nggak ada lagi LINE penuh stiker yang bilang, "nyikat kamar mandinya biasa aja keleuuusss kedengeran sampe sini." Nggak ada lagi ajakan "ke Bara Bere yukss ngedate, eik laper." Nggak ada lagi saling ngeriweuhin pagi siang malam....

"Tam, Rima mana?" kalau Tami lagi nggak bareng gue. Dan "Rim, Tami mana?" yang selalu ditanyain orang-orang kalau gue nggak bareng Tami.

Entah kenapa, kangen banget sama Tami. Padahal kita baru nggak ketemu seminggu. Yaaah biasanya juga gitu sih hahaha. Cuma pisah beberapa hari, pas ketemu langsung heboh peluk-pelukan. Tapi sekarang... Gue rasanya pengen banget meluk Tami.

She's the one who can make me feel alright.

Sebenernya awal gue nulis ini, gue pengen berterima kasih Tam sama lo. Tapi sampai sepanjang ini, gue nggak tau gimana caranya. Makasih tuh nggak cukup, sama sekali jauh dari cukup buat ngegambarin gimana gue bersyukurnya punya lo. Tapi gue tau, tanpa gue harus bilang, lo pasti tau gue berterimakasih bangeeettttt sama lo buat semua-semuanya.

Gue sayang banget sama lo Tam. Sayaaaaaaang banget.

Makasih banyak udah nemenin hari-hari gue. Makasih banyak udah mau jadi sahabat gue, bahkan keluarga gue. Makasih banyak udah jadi tempat segala-galanya.

Lengkap sudah Bebs. Gue masuk kuliah, ketemu lo. Sampai gue jadi sarjana, lo masih nemenin gue.


Sayangku, sekarang giliran lo.
Semangat sidangnya. Semangat semua-muanya. Jangan pernah takut, gue selalu ada buat lo, lo tau itu.

Gue tunggu kita wisuda bareng-bareng, biar nambah lagi foto-foto kita yang udah berjibun itu hahahaha aamiin aamiin ya Rabb!

Istri pertama dan istri kedua. Hahaha gakdeeeeng xD I wish for the best for you two. Kalau jodoh, gue harus yg jadi wedding organizernya! :D

Selalu ada nama lo saat sujud panjang gue. Selalu ada nama lo saat gue denger lagu-lagu persahabatan. Selalu ada lo disaat nanti kita udah pisah, dan gue mengingat lagi hal-hal yang pernah bikin kita berdua ketawa, bahagia, nangis, dan lega.
Selalu inget impian-impian kita ya Bebs. Sampai kita kerja, nikah, punya suami, anak, bahkan sampai tua nanti. :)



You know I love you that much, endlessly.

Konsep jodoh, adalah satu hal yang sampai sekarang masih nggak saya mengerti. 

Ada yang bilang, "kalau yang namanya jodoh itu, nggak usah dicari-cari, nanti pasti datang sendiri."
Ada juga yang bilang, "kalau jodoh, pasti jalannya dimudahkan kok." 
Atau juga sesimpel bilang: "iiiih muka lo mirip deh sama dia, kayaknya kalian jodoh!"
Lalu, how can we know that she/he is really the one for us?
Apa yang dimaksud orang yang tepat itu adalah orang yang tiba-tiba datang ke hidup kita, lalu masuk ke hati kita tanpa kita sedang berusaha mencarinya?
Atau orang yang tepat itu berarti orang yang dengan bersama dia, semua hal kerasa lebih mudah, lalu kita yakin bahwa dia adalah orangnya?
Atau maksudnya, orang yang tepat itu berarti orang yang mirip sama kita, semacam soulmate, dengan segala kemiripan dan kesamaan yang dimiliki?
Atau juga, orang yang tepat itu yang bisa membuat jantung kita berdebar tiap ngelihat dia, sekaligus mampu memberikan rasa nyaman saat kita sama dia?

Atau.... Apa dong?

Kita kan mana tau, emang si orang yang tiba-tiba datang ke hidup kita itu apa akan selamanya menetap, atau cuma mampir aja.
Emang juga, gimana kita yakin kalau nanti bertahun-tahun ke depan, semua yang kita jalanin sama dia akan selalu kerasa lebih mudah.
Trus, emangnya kalau mirip, atau banyak kesamaan antara diri kita sama dia, itu berarti dia pasangan buat kita? Siapa tau selera nya emang kebetulan sama.
Dan, emangnya kalau dia bikin kita deg-degan, trus itu berarti dia orang yang kita cari? Perasaan kalau kita pedekate sama orang, selalu gitu ah rasanya. Trus emangnya kalau bikin nyaman, berarti beneran dia? Kan sama temen-temen juga kita pasti ngerasa nyaman.

Ishhh, bingung.

Jawaban paling pasti dan gampang untuk ngejawab semua pertanyaan-pertanyaan itu adalah: "Jodoh adalah salah satu hal yang telah di tetapkan di Lauhul Mahfuz."

Iya, berarti memang mutlak. Tapi trus timbul lagi pertanyaan-pertanyaan lanjutan,

Jadi, kita bisa dibilang jodoh kalau hubungannya sampai menikah?
Trus, kalau udah nikah tapi pisah, berarti bukan jodohnya?
Atau tadinya jodoh tapi trus sudah habis masa jodohnya?
Atau kalau menikah, lalu pasangannya meninggal, lalu menikah lagi, itu berarti jodohnya yang mana? 

Makin bingung ya.

Ya, mungkin jodoh adalah salah satu rahasia yang kita, manusia, nggak akan pernah tau.

Tapi sampai detik ini, saya meyakini, bahwa jodoh bukan hanya campur tangan Tuhan, melainkan didalamnya juga terselip perjuangan-perjuangan.

So, how we know she/he is the one for us?

Bukan gitu cara kerjanya. Tapi, we ARE the one who make she/he is the one.

Orang yang datang tiba-tiba, orang yang dengan bersama dia kerasa semua terlihat mudah, orang yang punya banyak kemiripan, bahkan orang yang bisa ngebuat kita ngerasa sangat amat nyaman sampai ngerasa nggak ada orang yang ngertiin kita lebih selain dia, bukan jaminan mutlak bahwa dia adalah orang yang tepat.

Tapi kita sendiri yang membuat pasangan kita menjadi orang yang tepat untuk kita.

Kita memilih. 

Lalu dari pilihan yang telah kita buat tersebut, kita berjuang. Dan pasangan kita pun sama-sama berjuang.
Dengan segala kekurangannya yang mampu kita tutupi dengan kelebihan kita, pun sebaliknya. Dengan kesabaran untuk mengkompromikan segala perbedaan yang ada. Dengan bait-bait doa yang selalu kita panjatkan agar kebaikan menyertai kita dan pasangan kita. Dengan terus berusaha untuk selalu memperbaiki diri, menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik lagi, agar hubungannya selalu membawa kebaikan. Perjuangan.
Lalu kita yakin. Keyakinan bahwa kita telah membuat pilihan kita menjadi pilihan yang tepat. Keyakinan bahwa yang kita lakukan adalah hal yang tepat. Dan pasangan kita pun meyakini hal yang sama.

Jadi begitu. Bukan hanya kita sendirian, ataupun pasangan kita sendirian. Tapi saling percaya, yakin, dan berjuang bersama.

 
Sisanya, biar Tuhan yang menentukan.

"Jodoh ditentukan oleh Allah, tapi bukan orangnya, melainkan mekanisme-Nya sebagai sunnatullah. Dia kau dapatkan dari hasil usahamu bersesuai dengan kapasitasmu." -Pidi Baiq

So, yes. It's gotta be you. :p
 
Wallahualam.


Selamat sore,


Kalau boleh dibilang, momen ini bener-bener ibarat pecah bisul. Kalau orang biasanya inget saat-saat si bisul pecah, yang lega nya luarrrrr biasa, tapi sebenernya pas mau meletusnya itu yah, suakiiiiiiiitnya masha Allah....

Sidang skripsi jadi waktu dimana empat tahun masa kuliah gue dipertanggungjawabkan. Woelah lebay hahaha. Tapi entah emang lebay, atau orang lain juga ngalamin, gue dari seminggu sebelum sidang udah ngerasain yang namanya biang dari seluruh biang deg-degan. Susah tidur, susah makan, susah mikir. Waaah beneran kacau deh siklus hidup! Dari mulai sering mimpi tentang ujian yang absurd-absurd, sampai jutek dan senewen ke semua orang. Dikit-dikit nangis! Sumpah sensitif abis kayak testpack hohoho. Bawaannya pengen sendirian aja deh pokoknya.

26 Juni 2014

Lalu hari itu, mau nggak mau, siap nggak siap, akhirnya harus dilewatin juga. Malam sebelumnya gue udah nggak nyentuh bahan sama sekali, malah sibuk maskeran dan nyoba-nyoba baju sama stylist+make up artist kesayangan. Huehehe. Sebenernya sih udah deg-degan banget, makanya saking nggak tenangnya itu akhirnya gue nyoba ngalihin pikiran dari sidang. Paginya, gue masih sempet ngiter-ngiter beli bunga buat Memel dan Libsy, yang hari itu juga sidang sebelum gue. Semua biasa aja, ketawa-ketawa sama anak-anak, riweuh foto-foto.
Selfie, selfie everywhere....
Sampai akhirnya.....

13:30, Ruang Sidang SIL.
Rasa deg-degan, nervous, nggak tenang, semua hilang saat gue dipanggil masuk ke ruangan. Yang sisa saat itu cuma satu, pasrah. Sebelum mulai, gue diajak ngobrol-ngobrol dulu sama Pak Pras, dari mulai soal kabar sampai skor bola tadi malam. Ketawa-ketawa, semua cair gitu aja. Lalu gue presentasi, dengan slide gue yang kata orang-orang terlalu meriah kayak mau disajiin ke anak TK (huahahaha), rasanya biasa aja, bener-bener biasaaaa aja. Semua baik-baik aja sebelum negara api salah-satu-dosen-penguji mulai menyerang nanya-nanya...

Broh, dari tiga dosen yang ada disitu, dari dua jam waktu sidang, salah satu dosen hebat itu ngabisin waktu satu jam sendiri buat ngececer gue. Segalaaaaaaaa macem ditanyain dari mulai kenapa orang-orang Jakarta belum mati, sampai WHO-WHO segala. Dari mulai ngomentarin (hampir) semua halaman sampai nulis tulisan gede "MALU!" di daftar pustaka. Dari mulai gue jawab dengan yakin dan lantang, sampai nahan nangis saking nggak taunya mesti ngomong apa lagi. Kalau boleh gue bilang, gue ngerasa gagaaaaal banget disitu. Kayak orang bego nggak ngerti apa-apa. Mental jatoh banget. Itu air mata udah menggenang tinggal nunggu jatoh. Sampai si dosen penguji yang lain dan dosen pembimbing gue udah baik banget nggak nanya macem-macem lagi. Mungkin udah nggak tega kali yah ngeliat muka gue udah acak kadut begitu :")))

Lalu, gue dinyatakan lulus. Alhamdulillaaah.... Saat itu, gue bahkan nggak peduli mau dapet nilai apa, mau ada revisi segimana hebohnya. Yang penting, ini semua udah selesai.... 

Dan diluar ruangan ada orang-orang yang dengan setianya (atau mungkin terpaksa huahuhahua) nungguin gue, plus kejutan dari Tami yang awalnya bilang nggak bisa dateng, langsunglah pecaaaahhhh itu air mata. Nangis sesengukan sambil melukin Tami. Hehehehe :''''))

Untuk semua keceriaan, kepedulian, support, dan hadiah-hadiahnya, terimakasih banyaaaaakkkk SIL 47 ku tersayaaaaaaaang!

Terharuuuuu banget hehehehe, sekali lagi terimakasih ya semuanyaaaa!♥
Kalian baik-baik bangeeeettt :") Aku sayang kalian deh pokoknya! ({})

Tami&Maya! Trio riweuuuh :D
cantik-cantik dan ganteng-ganteng kuu :3
Terimakasih banyaaaaak!!!! :'''')))
Sebelum euforia ini ketutup sama revisi lalalala, gue sejenak mau ngucapin rasa syukur yang besaaaaaarrr banget.... (Ini anggep aja lembar terimakasih di skripsi yah hahaha)

Alhamdulillah, Allah Maha Baik. Nggak henti-hentinya ngucap syukur. Nggak ada kejadian, kesempatan, kemudahan, kalau Allah nggak mengizinkan. :")

Untuk mamah dan ayah. Semua doa, restu, kasih sayang, support, dan cinta yang nggak pernah berhenti dicurahkan 20 tahun ini. Bersyukur banget punya kedua orang tua yang selalu melimpahkan perhatian luarrrr biasa besar ke anak-anaknya. Mamah yang setiap hari, dari pagi sampai pagi nggak pernah berhenti ngedoain di setiap sujud panjangnya, mengingatkan untuk tetep jaga kesehatan disela sela kesibukan kaka yang kadang lupa bales sms mamah, yang dengan tulusnya selalu masakin makanan kesukaan setiap kaka pulang biar kaka semangat. Ayah yang udah kayak mentor pribadi, yang selalu dijadiin tempat nanya kalau kaka nggak ngerti. Yang walaupun usil, jahil, ngeselin, tapi sampai izin buat nganterin kaka bolak balik Jakarta - Pandeglang - Serang - Jakarta dari pagi sampai malam buat ngais data. Ini yang mungkin ngebuat kaka, walaupun anak pertama, tapi tetep manjaaaaaaaa nya nggak kira-kira. Hehehehe. Gimana nggak, tiap mau kemana-kemana pasti dipelukin di cium-ciumin mulu, tiap pagi siang sore malem selaluuu dismsin, sampe kadang-kadang suka ngerasa kayak anak umur masih lima tahun hueehehe :P
Maaf ya, kaka belum bisa banggain mamah dan ayah, tapi semoga ini jadi sedikit kebahagiaan atas segala peluh dan keringat ayah dan mamah.
Udah nggak mau nulis lagi ah, nanti nangis hehehe. Kaka sayang banget sama mamah dan ayah pokoknya!

Untuk adik kecil (yang sekarang sudah beranjak besar)ku, Ratu Tasya Andriani. Yang selalu nggak pernah mau diciumin dan dipelukin. Ih nanti sama pacarnya ajaaaa, mau woooo hahaha. Makasih ya udah bantuin skripsi kaka. Mau aja loh disuruh ngegoogling ini itu, bantuin ngitung, sampai bantuin bikin slide. Hahaha. Doain yah biar kaka cepet dapet kerja, biar bisa beliin kamu ini itu yang kamu mau, jadi nggak perlu minta sama mamah dan ayah lagi. Selamat juga ya Cuuul atas ranking 1 nya, banggaaaa banget! Dan tepat dihari yang sama kayak kaka. Mamah dan ayah dapet dua kado indah. Alhamdulillah :")

Untuk dosen pembimbing yang terhormat, Bapak Dr. Ir. Prastowo, M.Eng. Terimakasih banyak! Saya, pada akhirnya, bisa dengan bangga bilang kalau saya sama sekali nggak nyesel milih bapak jadi dosen saya. Bapak bener-bener ngebimbing banget, dari awal ngasih judul skripsi ini sampai ngebela di ruang sidang. Walaupun saya sering kesel gara-gara tiap konsul selaluuuu ditambah-tambahin mesti bahas ini itu, ngegamtek-gamtek banjir dll lah yang nggak jelas maksudnya apa, atau harus kudu dan pasti nunggu berjam-jam didepan ruangan LPPM, tapi semua itu saya rasain berguna banget Pak. Saya bersyukur, seenggaknya saya nggak pernah ngerasa kesulitan kalau mau konsul. Sesibuk-sibuknya bapak, pasti bapak selalu nyediain waktu. Walaupun bapak nggak pernah mau ngebaca draft, itu bikin kita mandiri dan bisa belajar ngoreksi apa yang salah dari diri kita sendiri. Walaupun bapak nggak pernah secara gamblang ngejelasin apa yang harus kita lakuin, itu bikin kita banyak belajar untuk nyari-nyari literatur dan nggak males buat baca. Walaupun bapak sering badmood dan marah kalau kita nggak ngerti atau ada yang nggak sesuai sama keinginan bapak, tapi saya terharu banget pak, pas bapak kemaren ngomong; "kamu nggak salah Rima, Pak %$^$^$ itu yang salah." Saya jadi nggak ngerasa bego-bego amat. Hehehe :") Terimakasih banyak Pak Pras, atas segala ilmu, bimbingan, nasehat, dan motivasinya! :D

Untuk Siti Utami Dwi Putri, yang gue beneran tulis di lembar prakata skripsi gue hahaha. Terimakasih atas persahabatannya yang...... ini bahkan nggak bisa diomongin pakai kata apapun :") Pertama kali ke Cilegon sendirian, dijemput dan nginep di rumah lo, sampai dianter Om Ubay keliling-keliling Serang-Pandeglang buat penelitian gue. Trus juga dikenalin nasi gonjleng yang enaknyaaaa subhanallaaaah bikin nagiiiiiiih. Aaaahh ini harusnya thanks for Tami and Family yah! Hahahaha. Sampai sidang gue pun lo bela-belain langsung dateng dari Cilegon, beli ini itu, sampai nggak sempet makan dari pagi. :") Begitu peluk lo, langsung ngucuuuurrr itu air mata hehe. Aku sayang kamu banget beeeebs!♥


Untuk sahabat-sahabat DDL akuuuu, Annetta Sihombing, Melinda, dan Libna Chaira, we did it! Terimakasih buat segala-galanya ya gaeeeees. Makasih banyak untuk semua cerita saat perjalanan skripsi kita ini. Makasih untuk berjuang bareng-bareng dari awal sampai akhir. Saling ngebantu, saling ngingetin, saling peduli. Dari mulai nyewa-nyewa motor buat keliling-keliling Bogor demi mengemis data, sampai nginep di kosan riweuh ngejar deadline. Dari di PHP-in sana sini, sampai nunggu berjam-jam demi ketemu dosen tercinta. Susah, sedih, seneng, badmood, kecewa, lega, bahagia.... Semua udah kita lewatin. Dan sekarang, dua langkah terakhir kita, sayang-sayangku. Revisi, lalu disana, kita berdiri bareng-bareng di GWW yah, in shaa Allah. :") Untuk bundo Anisa Ayu Artati, ayo semangat ngolah datanya! :)

wanita-wanita tersayaaaang :D
Untuk wanita-wanita terhebat.... Miro yang udah setiaaaaaaa bangetttt nungguin gue dari pagi, Maya yang riweuh perhatian ini ituuuu, Edi yang sering minjemin motor sampai ikut ngerusuh dikosan, Aunty Ria yang selalu mau repot-repot dandanin biar cantik, Buneg yang bawa-bawain cokelat, Rara yang ngasih mug super lucuuu... Buat kalian, terimakasih banyaaaak cantik-cantikku! Makasih udah dateng kemaren! Mmmuuaaahh!
Bu Make-up artist kuuuu! <3
Miomiroro! :*
Mayate! :*
Untuk.... (iye gue tau panjang banget huahahaha gapapa yah :"))
Selfie ter-riweuuuuuh! Hahahaha lucu banget ih kalian
Untuk Tama, Boshen, dan Adam. Tiga sahabat cowok the riweuh(s)... Makasih yaaah cokelatnya, makasih persahabatannya, makasih jalan-jalannya! :"D
Untuk Faiz yang udah baik banget bantuin bikin gamtek teras, terimakasih banyaaaaakkk! kalau nggak ada lo iz, entah gimana nasib gue :"D
Untuk cowok-cowok serem namun onyo yang juga nyempetin dateng sidang dan ngasih macem-macem hadiah... Aa Ajib, Bosyon, Agindut, Dodoy, Macuna, Eko, Upay, Ihsan Dede, Masbro... Makasih banyaaakkk kaliaaan! \:D/
Terimakasih, cowok-cowok super baik! :D
I'm blessed :")
Untuk anak-anak SIL 47 yang lain, yang nggak bisa gue sebutin satu persatu tapi nggak ngurangin rasa sayang gue ke kalian, terimakasih banyaaakkkk untuk tiga tahun yang luar biasa!!! Yang udah sidang juga, selamat atas gelar Sarjana Tekniknya, untuk yang belum, semoga segera menyusul. Dan semoga kita semua (S)elalu (S)ukses! Aamiin :D


This is not the end, but another new beginning. New challenges, new paths, new adventures await in the future. But for now, I wanna enjoy this once-in-a-lifetime moment for a while♥

Satu mimpi besar dalam hidup, Alhamdulillah bisa terwujud. Menjadi sarjana di usia 20 tahun. Terimakasih, Sarjana Teknik. :)

*lirik-lirik revisian* ntar dulu aaaahhh~~~ HOHOHO

Love, praise, and bless.


Now you will feel no rain, for each of you will be shelter for the other.
Now you will feel no cold, for each of you will be warmth for the other.
Now there is no more loneliness, for each of you will be companion for the other.
Now you are two persons, but there is only one life before you.
Go now to your dwelling place to begin the days of your life together.
May your days together be good and long upon the earth.
-Teh Anin & Mas Utha's wedding, June 7th 2014, Ballroom Royale Krakatau Hotel, Cilegon.

Samlikum! :D

Ini cerita tentang hebohnya the riweuh(s) pas dateng ke nikahan kakaknya Tami, Teh Anin. :P

Setelah dari seminggu sebelum acara, udah bikin conference di LINE buat rapat-rapat (niat hahaha). Lalu rempong nentuin mau nginep atau langsung pulang, habis kondangan mau main kemana, sampai berdebat Pelabuhan Ratu itu adanya di Banten atau bukan (padahal jelas-jelas itu Pelabuhan Merak keleuuus~ *colek Adam hahaha), akhirnya H-1 baru beneran ngomongin gimana caranya berangkat ke Cilegon.

Berhubung gue udah berangkat duluan ke rumah Tami -sendirian huhuhuhu- dari hari Jumatnya karena jadi among tamu, jadi gue nggak ikutan riweuhnya lima bocah (Maya, Adam, Boshen, Tama, dan Pepewe) yang berangkat bareng. Dari mulai janjian yang tadinya bilang berangkat jam setengah 8 pagi tapi hanya tinggal wacana, nyasar salah masuk tol, sampai muter-muter dulu karena nyampenya terlalu cepet. Hahahaha dasar!

Malam sebelumnya, gue bobok bareng Tami, Ipeh, dan Teh Anin, ngungsi di rumah neneknya Tami karena rumah Tami penuh. Iya, disaat calon pengantin harusnya tenang gitu sebelum akad, ini malah direcokin sama kita bertiga, sampai bobok bareng sekasur sempit-sempitan. Hahaha hampura Teh Aniiiiin :') setelah ngobrol ngalur ngidul, tidur pules, lalu kebangun gara-gara suara alarm yang heboh, singkat kata jam 6 pagi kita (gue, Tami, dan Ipeh) udah stand-by di hotel buat didandanin. 

Teh Anin, cantiknyaaa Subhanallah!♥
Acara akad nikahnya mulai jam 8 pagi, lalu lanjut langsung resepsi jam 11. Ini dokumentasinya :3 *udah males ngetik hahahahaha*

Tempat akad nikah. (selalu) merindiiiiing sekaligus terharu deh tiap dengerin ijab qabul :') duuh aku kapaaan~ hahahaha
Happy wedding, teteh cantik dan mas ganteng! ♥
Mumpung acara belum mulai~~~



 Laluuu.... Kehebohan pun dimulai ketika anak-anak riweuh itu datang....

Biasa deh, kalau ketemu kan langsung "AAAAAAAAAA~~~" trus heboh peluk-pelukan, nggak tau tempat. Hahahaha. Baru ketemu gue sebentar, itu bocah berlima langsung masuk dan..... BERBURU MAKANAN. Duh emang dasar yeee mental mahasiswa! Tiap ada yang gratisan, pasti langsung diserbu. Bukannya salaman dulu sama pengantinnya, mereka malah sibuk pindah dari satu pondokan ke pondokan yang lain. Plus yang cowok-cowok... cuci mata ngeliatin cewek-cewek cantik. PRETTTT! Hahahaha >:D

Setelah perut udah nggak bisa kompromi lagi, padahal mata masih laper, hal selanjutnya yang pasti akan terjadi kalau kita udah ngumpul pastinya..... FOTO-FOTO. Momen ini nggak akan kelewat deh. Berbekal tongsis Tami, kita sambil ngantri salaman, malah riweuh foto-foto berbagai macam gaya dan angle. Sampe diliatin satu gedung ituuuuu astagaaaa malunyah hahahahaha.


 Yah, begitulah. Aku sudah tak sanggup berkata-kata :")

Ganteng-ganteng deeeh iyadeeeh :3
Full team ♥
"gayanya bebas dooong!" lalu lihat si Tami. Masha Allah nggak ada anggun-anggunnya :(
Add caption? Hengg.. I love you. that's all I know :P♥ huehehehe
Puas makan-makan, foto-foto, selesai acara kita pulang ke rumah Tami. Ngobrol-ngobrol sampai tidur-tiduran dikamar Tami, trus laper lagi. Emang dasar perut karet semua yah hahahaa akhirnya kita ngabuburit makan nasi gonjleng. Ih ini penting banget, pokoknya kalau ke Cilegon haruuuuuuuus kudu wajib nyobain yang namanya NASI GONJLENG! Astagaaaahhhh itu surga rasanyaaaaa! :9 :9 satu-satunya warung yang jualan nasi gonjleng ada di belakang kantor walikota. Beuuuuuhhhh nikmat deh pokoknya! *jadi ngidam lagi* hahahaha.

Habis makan, kita muter-muter kota Cilegon yang memprihatinkan bagus. Hahahaha. Tadinya gue nyari cilok, tapi sampai ngubek-ngubek daerah Krakatau Steel (yang daerahnya bagus sendirian, dibanding kota nya yang............ *insert pendapat sendiri here* hahahaha) nggak nemu-nemu. Akhirnya begitu ngelihat duren di Masjid Agung, semua (kecuali Tama yang nggak suka duren. read: nggak ngerti nikmatnya hidup) langsung "NGEDUREN YUUUUUUKKK!"

*foto-fotonya masih di Tami, lupa minta hohohohoho~*

Habis mabok duren, ngobrol nggak jelas, keketawaan, dengerin Adam yang lagi puber (HAHAHA), nimpukin Tama yang baweeeeeel banget, kita balik ke rumah Tami, sholat magrib, lalu kelima bocah itu pamit pulang. Sayaaaang banget nggak nginep uhuhuhuhu meninggalkan gue sendirian yang masih betah bobok bareng Tami. Hahaha.
 
Yah, akhir kata pokoknya begitulah petualangan the riweuh(s) goes to kondangan :")))

Pas pillow talk sama Tami, kita ngebayangin, ih ini ke kondangan bareng-bareng aja udah segini riweuhnya, gimana nanti kalau diantara kita yang nikah yah? :''''')))

Berhubung ada dua pasangan diantara kita bertujuh...
Buat Tami-Boshen dan Maya-Adam, pesen gue pokoknya dijagaaaaaa baik-baik yah hubungannya. In shaa Allah kalau emang jodoh pasti bisa sampe nikah. Aamiin aamiin! Gue nggak sabar jadi panitianya. Udah bisa dibayangin akan seheboh dan seriweuh apa coba! Hahahahaha XD
Buat Tama juga, "ih emang gue mau ngundang lo Rim?" sialan emang hahahaa pokoknya gue yang jadi EO nya ya, bilangin ke Nadia! :D 
Buat Pepew................ Hehehehehehe ketawa aja deh :p

Genggong. Bukan geng sih, kita cuma.... sahabat? :D
Gue sayang kalian pokoknya! Jangan lupa semua rencana-rencana bareng dimasa depan nanti yah. Hehehe. May this friendship will last longer and longer. Can I hear an aameen? :D




Newer Posts
Older Posts

Hello, It's Rima!

Hello, It's Rima!
A free-spirited hippy type that often get soaked from dive so deep into her complex thoughts and a lot of big feelings.

Labels

asi vs sufor engagement korean drama life menujurrumah parenthood Rania review film rima's k-drama recap

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • Three years later....
  • ►  2020 (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2019 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (2)
  • ►  2016 (35)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2015 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2014 (40)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2013 (18)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (31)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)

Find something

Most Popular

  • Apa Cita-Citamu?
  • Everybody's Changing
  • Lumos
  • Do Something, Make Something
  • We Can't Wait Forever
  • Nozomi, A Hope
  • "Kalau nggak enak, kasih kucing aja"

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates