twitter instagram linkedin
  • HOME
Recent song on play: Demi Lovato ft. Joe Jonas - What We Came Here For

"They say that life is a two-way street, when you're not sure you gotta trust your feet to know the right way. You can keep on movin with your head down, or you can stop and take a look around.
And that's the choice I've made."

Tiga tahun yang lalu, 61 anak yang berasal dari berbagai daerah, dengan berbagai sifat dan kepribadiannya, melangkahkan kaki di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. Sebuah departemen baru, yang baru memiliki dua angkatan sebelumnya.
Asing. Begitulah kesan pertama gue, pun pasti kalian ngerasain hal yang sama. Saat itu I keep asked to myself, is this the right place I have to be? Akan jadi seperti apa gue disini? Bisa nggak yah gue survive? And so on. Tapi sejak melihat kalian pertama kali, dengan begitu banyaknya warna yang kalian pancarin, senyum ramah dan tawa yang renyah yang setiap hari gue temuin, gue tau, bahwa gue nggak tersesat. Seenggaknya, bareng kalian, I knew I could go through this all.

"It's for that movie inside your head, making memories we can't forget. For every song we let play outside, the melodies we get to write, every time we sing. Friends we've made, fun we've had, memories gonna make me laugh. It's a beautiful thing."

Dan seiring waktu berjalan, kalian completely, literally, change my whole life. Begitu banyak waktu yang kita habisin bareng-bareng, entah itu dikelas, diluar kelas, dimana-mana, dengan kelakuan kalian yang sangat absurd yang udah sering gue ceritain disini, hahaha. Dan sadar atau enggak, itu yang bikin sampai kapanpun nggak akan bisa dilupain. Banyak momen yang kita laluin, banyak tempat yang kita datengin. Kita nggak cuma sekedar temen sekelas, temen belajar, temen seperjuangan buat mencapai gelar sarjana. Tapi dengan kalian, gue juga dapet banyak banget pelajaran kehidupan. Tiga tahun kita tumbuh dan berkembang bareng-bareng, banyak proses, perubahan yang gue lihat dan rasakan dari kalian. Tapi ada satu hal yang nggak pernah berubah: kalian selalu nggak pernah gagal bikin gue ketawa. :)))
"I want to send it around the world, cause everybody should feel this good."

Gue bangga, bahagia, dan bersyukur bisa jadi salah satu dari kalian. Kalian semua energi positif yang besar banget, yang bikin gue bisa tetep senyum dan ketawa saat gue lagi ngerasa jenuh banget sama kuliah, yang bikin gue bisa tetep semangat saat gue lagi ngerasa down dan pengen nyerah. Nggak perlu dengan nasehat deh, celotehan nggak penting kalian aja udah nolong banget. Hahahaha. Sesusah apapun, seberat apapun proses jadi anak teknik, seenggaknya gue tau, ada 60 anak-anak stress lainnya yang berjuang bareng-bareng gue. Jadi kalo stress, ya stress nya juga ada temennya. Makanya gue sering nulis apapun tentang kalian, because I would proudly tell everyone, bahwa gue punya keluarga yang terbaik disini.

"You're gonna know in your soul, this is what we came here for. So live it loud, here and now, this moment,
it won't be ignored. So why not open up that door? It's what we came here for."

And, here it comes. Sebuah perjalanan yang hebat, pasti harus sampai pada akhir yang hebat juga. Tiga tahun semua perjuangan, peluh, keringat, asa, dan cita-cita kita bentar lagi akan sampai ke sebuah tujuan. Menjadi sarjana. Dan untuk mencapainya, sekali lagi we're being pulled to another hundreds different direction. Secara nggak langsung, kita udah sampai di pintu perpisahan. Dengan nggak adanya kuliah, penelitian yang beda-beda, kita, sadar atau nggak, mulai menapaki sebuah jalan yang baru lagi. Our crossed path is finished. Mulai sekarang, kita berjuang sendiri-sendiri.

Sedih, sepi, aneh. Itu yang gue rasain, entah gimana dengan kalian. Tapi kalau kita noleh ke belakang, flashback ke saat kita pertama kali nginjekin kaki di SIL,
we know that, this is what we came here for. 
Untuk inilah kita ada disini, untuk inilah kita berjuang selama tiga tahun bersama, untuk sebuah titel sarjana, untuk sebuah masa depan. 

Jadi, yang mau gue sampein ke kalian semua adalah: Selamat. Selamat menunaikan asa, selamat menggapai cita, selamat merajut masa depan kalian, temen-temen. Sering kita denger kalimat, "selamat sampai tujuan ya." And we did it! Kendaraan yang kita tumpangin bareng-bareng udah sampai ke terminal nih, sekarang saatnya kita ngelanjutin perjalanan sendiri-sendiri. Semangat. Semangat untuk terus berjalan, dan bahkan berlari sejauh yang kalian bisa. Kalian orang-orang yang hebat, dan gue yakin kalian akan jadi orang yang jauh lebih hebat setelah ini.
Dimanapun kalian, apapun yang kalian kerjain, gue tau kalian akan selalu bisa survive dan berhasil.
Semangat terus penelitiannya.
 
Buat Libna, Annette, Memel, Didi, Bundo, saudara seeeebimbingan ku, semangat terus buat ngejar deadline kita! Didi jangan lupa pake jas hujan biar nggak demam lagi, hahaha :D
Buat anak-anaknya Opa, semangat nyari orang buat bantuin Arc-GIS ya Tami dan Lia :))
Buat Pepewekibo, Trias, Melvin, dan Agindut yang jauh-jauh ngerantau ke Lampung & Palembang, semoga lancar disana dan bisa cepet pulang. Aamiin!
Buat Ria yang udah super bringas yang tiap hari ngumpulin kaleng, buat Christo dan Eko yang sibuk sama buah bintaro, buat Isti yang capek bolak balik rektorat, kalian super sekaliiii! Hahaha.
Buat Age yang lagi riweuh nyari orang buat bantuin traffic counting, buat Depe yang nyari data dari berbagai kota, buat Agitsu, buat Aci, buat Dipta yang neliti banyak pohon di Kebun Raya, jangan pernah lelah ya :)
Buat Nura yang setiap minggu bimbingan dua kali, buat Bosyooon yang stress sama papinya, sabar dan semangat terus! Haha :D
Buat anak-anaknya Pak Roh yang paling gerak cepet, Juno, Tama, Buneg, dan si anak baru Masbro, tungguin yang lain atuuuh ;p hahaha semangattt!
Buat tim Prof Buds yang paling koplak dan kompak, Ojep, Dodoy, Canekiting, Pupu, Boshen, dan Aa Zajib, udah enak bangetlah kalian pinter-pinter semua, udah gitu penelitian udah kayak praktikum pula hahahaha. Kalau kata Cane, Mei udah beres ya? Wes, ditunggu. Btw, udahan yah nyiksa Ojepnya, kasian :")
Buat Daddy Ibung & Rizal, cemangattt yang seminar pertama! Sama pak Oyo mah langsung tesis ya :") hahahaha
Buat Miro & Erbi, jangan nyusahin dan nyiksa daddy Andik yah :")) hahaha semangat!
Buat Lutuyeah, Hapila, dan Adi, sabar-sabar ya sama Madam, semoga dapet gantungan kunci lagi :D
Buat Upay, Marbundos, dan Lele, nanti bikin slide nya jgn kayak babeh kalian yg cuma item-putih ya :D hahahaha semangaattt, jangan suka miskom :p
Buat Adam dan Mbokce yang tiap hari nongkrong di ruangan-enak-belakang-lab-struktur, yang bener bikin jembatannya! :D
Buat Mayate yang kalau hujan riweuh ngangkatin botol, buat Dilla dan Nadi, ayo hap hap semangattt, terutama semangat ngadepin Maya hahahaha :p
Buat Asepo, Z, dan Bu Haji Risqoh, I haven't hear any news from you, hope you're doing okay yah. Waduh ini ntar tau-tau udah wisuda kali ya XD
Buat Jaja, Macuna, Choliq, jangan pake Autocad, inget kata Babeh kalian, Autocad itu jaman batu! Hahaha :p
Buat Faiz dan Dian, kompak terus ya :p *awas ntar ada yang ngambek hahahaha*
Buat Rara, Ikhsan Dede, Zucup, selamat bersenang-senang sama JengMies :p

Setiap proses pasti punya cerita. Entah itu susah, sedih, seneng... Jalani, dan hadapi. Cuma itu pilihan kita. Sambil terus percaya, bahwa nanti saat kita udah menyelesaikan semuanya, dan nengok ke belakang, cerita itu akan selalu kita kenang. :)

Yaaaah pokoknya.... Remember, this is what we came here for. Our end is near, but another great things is about to begin. An answer to the struggle we've made for these 3 years. New beginning, new atmosphere, new surroundings, new knowledges, new challenges, and new life is waiting to see us. :)

Sampai berjumpa lagi temen-temen, di seminar, dan in shaa Allah, di GWW, dengan sebuah toga dan senyum bahagia dari orang tua kita. :')

P.S: I will always love you.




Yeah, you can be the greatest
You can be the best
You can be the King Kong banging on your chest

You can beat the world

You can beat the war
You can talk to God, go banging on his door

You can throw your hands up

You can beat the clock (yeah)
You can move a mountain
You can break rocks
You can be a master
Don't wait for luck
Dedicate yourself and you gon' find yourself

Standing in the hall of fame (yeah)

And the world's gonna know your name (yeah)
'Cause you burn with the brightest flame (yeah)
And the world's gonna know your name (yeah)
And you'll be on the walls of the hall of fame

You can go the distance

You can run the mile
You can walk straight through hell with a smile

You can be the hero

You can get the gold
Breaking all the records they thought never could be broke

Yeah, do it for your people

Do it for your pride
How are you ever gonna know if you never even try?

Do it for your country

Do it for your name
'Cause there's gonna be a day...

When you're standing in the hall of fame (yeah)

And the world's gonna know your name (yeah)
'Cause you burn with the brightest flame (yeah)
And the world's gonna know your name (yeah)
And you'll be on the walls of the hall of fame

Be a champion, be a champion, be a champion, be a champion

On the walls of the hall of fame

Be students

Be teachers
Be politicians
Be preachers

Be believers

Be leaders
Be astronauts
Be champions
Be truth seekers

Be students

Be teachers
Be politicians
Be preachers

Be believers

Be leaders
Be astronauts
Be champions

Standing in the hall of fame (yeah, yeah, yeah)

And the world's gonna know your name (yeah, yeah, yeah)
'Cause you burn with the brightest flame (yeah, yeah, yeah)
And the world's gonna know your name (yeah, yeah, yeah)
And you'll be on the walls of the hall of fame

Hall of Fame - The Script ft. Will.i.am

Gue suka, suka, suka bangeeeeettt sama lagu itu. Saking suka nya, gue bahkan bisa dengerin berulang kali, setiap hari. Emang nggak ada sih lagu-lagunya The Script yang nggak enak, dengan lirik yang selalu "ih ini gue bangetttt!" Hahaha. That's why I love that band soooooo much :D

Lagu ini punya arti yang cukup dalem buat gue. Coba aja dengerin sambil resapin liriknya. Gue selalu dengerin kalau lagi sedih, patah semangat, kesepian, dan ngerasa down. And this song never fails to lift my spirit up! :))) Karena, Hall of Fame ngajarin buat jangan pernah takut, ragu, ataupun pesimis. Lo bisa jadi apapun yang lo mau, asal lo mau ngelakuin itu.

Yes, don't look and wait, but search and walk instead. With that, we will get whatever that we want and keep us going. Sekarang gue selalu ngingetin diri gue sendiri, bahwa gue masih muda, gue nggak tau umur gue sampai kapan, dan banyak banget hal serta mimpi yang pengen gue capai. Jadi, daripada gue terkukung sama segala yang bisa bikin gue sedih, nggak nyaman, nggak bikin gue menjadi "apa-apa" dan nggak membuat gue "kemana-mana", gue milih buat "terbang". Selama ini gue selalu berpatokan sama "ending" yang gue tuju, dan gue nggak sadar bahwa pada saat proses dan perjalanannya itulah gue ngalamin dan ngedapetin banyak hal, terutama pelajaran-pelajaran berharga, yang kadang justru bikin kita merubah haluan kita, menuju "ending" yang baru. The most certain thing in life is uncertainty itself. Nggak ada yang pasti dalam hidup, tapi yang pasti adalah kita harus punya mimpi yang kita pengen capai, dan kita harus usaha buat mencapai itu.

Sekarang, gue pengen hidup dengan optimisme dan semangat positif. Susah, jelas. Kadang gue juga masih nggak tau mesti ngapain, dan mau jadi seperti apa. Kadang gue ngerasa suntuk, jenuh, dan mumet sama hidup gue sendiri. Mau dibawa kemana sih ini? Apalagi sekarang udah kayak masuk masa transisi lagi, ninggalin kehidupan lama menuju kehidupan baru, yang gue belum tau akan seperti apa didepannya. Sepi, pasti. Karena satu per satu orang-orang, tempat-tempat, dan kebiasaan-kebiasaan yang udah ada selama ini semakin pudar dan pada akhirnya meninggalkan kita, atau kita tinggalkan. Gue biasanya susah banget ngadepin situasi yang kayak gini, karena berat banget keluar dari comfort zone, dan masuk ke "rimba" yang baru. Tapi sekarang gue ngebalik pola pikir gue, justru ini kesempatan buat gue untuk lebih banyak lagi kenal dunia.

Trying new things allows you to discover what you love, what you're passionate at, what you really want in life, and what you're good at. Kuncinya sih itu sebenernya, berani buat nyoba hal baru. Dalam konteks yang positif ya pastinya. Dan sebenernya bukan masalah berani atau nggak juga sih, tapi mau atau nggak-nya, males atau nggak-nya. Sekali lagi, gue men-camkan ini ke diri gue, to urging myself to do whatever I want to do. Because in the end, who's left in my life? Iya, pada akhirnya kita memang sendirian kok, pasti. And I guess it's all up to me to make things the way I want them to be, because I can turn it all around if... I actually try. Jangan pernah takut buat nyoba. You fall, you get up. And fall again. And get up again. What doesn't kill you only makes you stronger. As cliché as it sounds, but that's true.

You just have to do the things you love, and do it well. Lakuin apa yang bisa bikin kita seneng, dan coba untuk berbuat baik dan ngasih manfaat ke orang lain dengan ngelakuin apa yang kita suka itu. Satu hal yang paling gue pelajarin sih, jangan pernah ngelakuin sesuatu cuma biar "dilihat" sama orang. That way, you’ll never get tired of doing things only to impress people. Karena, nggak perlu ada di tengah-tengah panggung buat bikin orang 'ngeh sama eksistensi kita, just do whatever you love, as long as you are happy, and you can give happiness towards other with doing it. Dengan gitu, orang akan inget sama kita, dan kita akan inget bahwa diri kita berharga. :))

Gue sih nggak maksud ceramah atau biar keliatan keren dengan nulis kayak gini, sebenernya ini juga sebagai "alarm" buat diri gue sendiri. Semakin gue banyak kenal orang, semakin gue ngerasa "capalah aku iniii cuma rempah-rempah biskuit". Tapi biarlah mereka jadi "pemenang" dijalurnya mereka, dan gue jadi "pemenang" dengan cara gue sendiri. Yang paling sederhana tapi membahagiakan adalah saat gue bisa menang dari rasa takut, males, dan pesimis gue sendiri. Jadi, semoga post ini bisa jadi sedikit lecutan semangat saat gue, dan kalian ngerasa down dan pengen nyerah. Inget buat terus kejar mimpi-mimpi kita, demi diri kita, keluarga, dan orang-orang yang sayang sama kita.

 Be a champion! :D
 
Bismillahirrahmanirrahim.


Saya sudah mengetahui sepak terjang Bapak Anies Baswedan sejak tahun 2011 melalui akun @aniesbaswedan, dimana Beliau merupakan penggagas program Indonesia Mengajar. Dari situ, saya menilai bahwa Pak Anies merupakan seorang pendidik yang begitu baik. Seorang pendidik yang mempunyai mimpi besar untuk mencerdaskan bangsa Indonesia, sampai kepada seluruh penjuru negeri ini. Saya lalu mulai mengagumi sosok Anies Baswedan. Bayangkan saja, siapa yang mampu menggerakkan puluhan ribu anak muda Indonesia, yang cerdas dan memiliki kesempatan untuk bermasa depan cemerlang, namun memilih mengabdikan satu tahunnya hidup di pelosok negeri, menyampaikan ilmu pengetahuan kepada adik-adik kita, saudara-saudara kita yang bahkan eksistensinya tidak pernah dipedulikan pemerintah kita sendiri?


Suatu hari, beberapa bulan yang lalu, saya melihat di linimasa bahwa Pak Anies memutuskan untuk ikut dalam konvensi calon presiden Partai Demokrat. Seperti teman-teman lainnya, reaksi saya yang pertama kali keluar adalah: kenapa harus Demokrat? Dengan pandangan skeptis saya terhadap partai tersebut, saya tidak mau seseorang yang bersih dan bermartabat seperti Pak Anies ikut ternodai oleh panggung politik yang kotor. Namun setelah Pak Anies menyampaikan gagasan dan penjelasan Beliau, didukung oleh pandangan dari berbagai pihak seperti Bang Pandji dan Edward Suhadi (bisa dibaca di blog nya), saya pun mulai memahami keputusan Pak Anies.


Dan saat itu juga, saya memutuskan, bahwa SAYA HARUS MENDUKUNG SEORANG ANIES BASWEDAN.

Saat sebuah gerakan relawan @turuntangan dicetuskan, saya langsung mendaftarkan diri untuk ikut bergabung. Sejak saat itu, saya aktif menyebarkan berita-berita tentang Pak Anies di segala media sosial. Namun, peran saya hanya sebatas itu. Rasanya, saya belum 100% turun tangan di gerakan ini. Saya masih terlalu malas dan mungkin, canggung, untuk mulai ikut berbagai kegiatan yang diadakan oleh para relawan.

Tapi hari ini, Minggu 2 Maret 2014, benar-benar sebuah hari yang dapat saya katakan, menggetarkan seluruh pikiran dan hati saya.

Saya datang menghadiri debat konvensi di Bogor dengan sebuah rasa ingin tahu yang sangat besar. Bagaimana sesungguhnya Pak Anies dan relawan turuntangan. Dan dari kurang lebih 10 jam yang saya habiskan berada ditengah-tengah para relawan, sungguh merupakan sebuah pengalaman yang tidak bisa terbayarkan oleh apapun.


Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana orang-orang hebat, dari Aceh sampai Papua, anak kecil sampai yang sudah tua, semua berkumpul bersama seorang Anies Baswedan menyuarakan pesan-pesan dan harapan untuk bangsa. 

Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana orang-orang hebat, saling bahu membahu untuk membantu seorang Anies Baswedan demi sebuah mimpi mewujudkan Indonesia yang maju.

Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagimana orang-orang hebat, berdiri disana, tanpa diminta dan tanpa dipaksa, untuk mendukung seorang Anies Baswedan demi sebuah perjuangan. Bukan karena bayaran, bukan karena iming-iming banyak hal.

Dan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana seorang Anies Baswedan mampu mempersatukan kami, yang saling berbeda usia, pekerjaan, golongan, suku dan daerah, namun pada akhirnya menjadi satu, menggulung lengan baju, ikut turun tangan membawa sebuah perubahan besar untuk negeri ini.


Karena seorang pemimpin yang saya impikan bukan hanya yang tinggal duduk santai memerintahkan ini dan itu, namun yang mau turun tangan membereskan secara langsung permasalahan yang membelenggu.

Saya memang buta soal politik. Tapi saya tidak buta untuk mendukung orang baik yang harus masuk ke politik.

Saya memang hanya seorang anak muda. Tapi dengan itu saya mampu untuk melakukan banyak hal dimasa depan.

Tadinya, saya seperti teman-teman. Saking muaknya dengan panggung politik, saya bahkan tidak peduli lagi siapa yang akan duduk disana, disinggasana tertinggi yang katanya hasil pilihan rakyat.
Tadinya, saya seperti teman-teman. Saking lelahnya dengan seluruh permasalahan di negeri ini, saya bahkan hanya bisa mengeluh, mencibir dan memaki, biar negeri ini sekalian sekarat.


Namun seorang Anies Baswedan mampu menyadarkan saya, bahwa lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.

Hari ini, saya menyaksikan langsung bagaimana setiap kata demi kata yang disampaikan oleh seorang Anies Baswedan mampu menggetarkan siapapun yang mendengarkannya, bahkan hingga menitikkan air mata. Bukan lewat orasi yang berapi-api, atau penjelasan-penjelasan panjang yang begitu bercabang, namun lewat sebuah harapan dan cita-cita mulia, yang sangat, sangat sederhana.

Melunasi janji kemerdekaan.


Maka hari ini, saya mempunyai sebuah cita-cita baru. Bahwa, saya ingin lebih banyak lagi orang-orang yang ikut turun tangan. Karena untuk mampu memajukan bangsa yang besar ini, tidak cukup hanya dengan satu Anies Baswedan. Negeri ini milik kita, dan akan kita wariskan kepada anak cucu kita nantinya. Oleh karena itu, saya ingin lebih banyak lagi teman-teman saya meninggalkan kursi nyamannya, untuk mulai bergerak bersama. Karena kita yang muda yang akan memimpin masa depan.


Saya memulainya dengan percaya. Percaya bahwa kita akan membawa sebuah perubahan besar. Bahwa seluruh orang disana akan melihat, rakyat Indonesia tidak butuh pemimpin yang setiap hari wara wiri di tivi bahkan sampai punya acara sendiri, bahwa rakyat Indonesia tidak butuh pemimpin yang sibuk ikut 'nyempil' tampil di setiap konser demi sebuah citra yang spektakuler, bahwa rakyat Indonesia tidak butuh pemimpin yang hanya bisa membayar seratus ribu rupiah per orang demi mendapatkan suara dan dukungan.


Indonesia membutuhkan pemimpin yang dicintai rakyatnya.

Indonesia membutuhkan pemimpin yang dipercaya oleh rakyatnya.

Indonesia membutuhkan pemimpin yang dapat dicontoh oleh rakyatnya.

Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu menggerakan rakyatnya, untuk bersama-sama, turun tangan membangun dan mensejahterakan seluruh bangsa.

Dan seorang Anies Baswedan mampu melakukan semua itu.

Pejuang bukan? Hadapi!


Recent song on play: The Script - Give The Love Around

It's funny to see what people can assume about the others, based on their perspective. Yes we can't live without people judgments, it's natural. What we do, why we do, how we do. But lately, too many wrong people ask the wrong questions at the wrong amount of time. They act as if they know everything, and it's appallingly irritating.

To make your life on your own without having to include other people in the drama you don't wish to be in is hard. It's even harder when people seems like they're always misunderstanding my behavior, what I do, how I act. It's too hard to explain that, I really am the kind of person who care, and love about anything, anyone, a little too much rather than the others. And if someone out there mistaken that, I sincerely apologize.

I just want, and I always want to spread love. I've said that for like a million times. And there are many kind of love out there. For me, in the days my youth now, I am more interested in making my parents proud of me, chasing my dreams, sharing with my bestfriends, doing good deeds, and looking for lots of new experiences. And that's the love I bring out of myself. 

I am just like you, trying to figure out all the broken puzzle in life. At times things fit perfectly, other times it's scattered all around the floor. But however it might end up or how big the result would be, I believe it's going to make a very beautiful picture, fulfilling with love. :)

So, for the gossip and issues out there, this is a secret I'm telling you: Yes, he is a perfect guy that has the complete package we're always looking for. He's so caring and loving person. And I love him! But I'm not in love with him. Our relationship is even closer than lovey-dovey couple, it's more like.... family. A brother and a sister. And if I could say, it's impossible to have that kind of feeling, towards our family, right? Haha. By this means, it's your right to (once again) assume it. Who is this 'him'? :p

Na-ah, I'm just kidding ;)

I'm not planning to be in a relationship this current time. So please, please, don't get me wrong. All those careness and love I give to them, it's nothing but my gratitude for the very supporting people in my life. It's because I love them so much, I don't wanna take them for granted.

Love isn't always just for a boyfriend or girlfriend.

Sometimes we forget that, so we all just focus to one person, and get used to the other relationships (like family, relative, and friends) and eventually, we take it for granted.

That's why I always try to care about my beloved people. From the simple things like make sure they eat well, sleep well, live well, everyday. I always give a call to my parents, texts them like everytime. I sometimes chat my whole classmates (yes it's 60 people) just to remind them to not forget to eat and pray. Many people out there always misunderstanding that. It's not like flirting or trying to get attention or anything else, really....

The strongest power of a careness can making the heart flutter and give a happiness towards others. By making a time to do the little things like that, while we put our thoughts and heart in them, we will realize how much those people means, once again.

So please keep this in our mind: there are many kind of love out there.

And as The Script says:

Always give the love around ♥





Ada masanya kita berbagi tawa dan cerita bersama, namun akan tiba saatnya ketika kita hanya bisa saling mendoakan dan kembali berjalan sendiri-sendiri, menuju kehidupan yang baru.

Sebelum waktu itu datang, maka biarlah tulisan ini, menjadi sekedar ungkapan rasa bersyukur gue karena pernah memiliki kalian.

Tiga tahun yang lalu, ketika gue pertama kali menginjakkan kaki di departemen SIL, gue nggak pernah nyangka akan ketemu orang-orang seperti kalian. 

Tami, Maya, Pepew, dan Tama....

Inget nggak kenapa sih kita pertama kali bisa deket? Sejak kapan? Hahaha.
Gue juga lupa sih :p
Yang jelas, gue, Tami dan Maya udah kenal semenjak TPB karena kita satu kelas besar. Trus Maya dan Tami kenal Pepew karena satu AK pas Techno F. Trus Pepew juga kenal sama Tama. Karena si ini kenal itu dan itu kenal ini, jadi deh kita berlima mulai deket dan main bareng. Ya nggak sih? Hahahaha tau ah~


Semester 3, karena kita dihadapkan sama situasi yang asing, kelas yang baru, temen-temen yang baru, lingkungan dan pelajaran yang baru, kita jadi stick together bingittt nggak terpisahkan kayak perangko. Woelah. Kalian berempat itu sahabat pertamaaaaaaa yang gue punya di SIL. Gue inget, kita kalau dikelas (hampir) selalu duduknya berjejer berlima, suka main Bingo kalau lagi Stadin nya (Alm.) Pak Garjit, sampe les kalkulus bareng.


Karena les bareng itulah bikin kita makin dekeeeeeettt banget. Dulu yang udah punya pacar cuma Tama. Pepewe masih cari-cari gebetan, dan yang cewek-cewek masih STMJ (Semester Tiga Masih Jomblo </3) hahaha. Gue inget kita selalu curhat-curhatan bareng sebelum les di Katalis yang di Bateng. Rutinitas kalau mau les dulu itu selalu jalan kaki bareng ke Katalis, trus duduk-duduk di teras, trus les tapi sambil bercanda mulu, sholat berjamaah di ruang kelas dengan Pepew dan Tama yang suka sama-sama nggak mau jadi imam, trus pulangnya makan bareng di Dahlia dan suka rebutan mendoan sosis! Hahahaha. Dulu itu, Pepewe jadi gebetan bersama. Hahaha. Inget juga nggak Pew, gue pernah mau nyomblangin lo sama Tami? Habiiis, lo nolak gue mulu sih. Ahahahaha.


Sampe tiba-tiba Pepew kecelakaan tabrakan motor, tangannya nggak bisa dipake dan harus diperban sampe hampir sebulan. Kita pun ikut riweuh ngurusin Pepew. Dari mulai jenguk ke rumah, sms perhatian, sampe ngebawain tas nya, nyuapin makan, juga beresin meja dan nyiapin alat tulisnya Pepew kalau mau belajar. Kurang sweet apa coba? :') Hahahaha.


Kita berlima juga jadi saksi sejarah dari mulai proses pedekate nya Maya dan Adam sampe akhirnya mereka berdua jadian. Hayooooo Maya inget nggak? Hahahaha. Dari mulai modusnya Adam ikut main ice skate, sampe bela-belain dateng dari Jakarta ke Bogor cuma buat belajar bareng Maya, trus habis itu pulang lagi. Hahaha. Gue dan Tami juga udah kayak dokter cinta yang tiaaaaap hari dengerin kegalauan dan kebimbangannya Maya buat nerima/nolak cintanya Adam. Dan kayaknya baru kemaren gue inget mereka jadian pas banget habis tahun baru, sekarang udah pacaran lebih dari 2 tahun aja. Gimana bisa waktu kerasa cepet banget yah? :')


Semester 4, walaupun gue dan Maya udah sama-sama punya pacar, tapi kita berlima masih tetep deket, ditambah dua orang baru si pacar Maya dan gue itu. Kita masih sering jalan bareng, kayak sekedar nonton bahkan sampai makan internetju di Puncak Pas. Sungguh nggak penting. Hahahaha. Tapi lama kelamaan, karena mulai kegerus zaman dan banyaknya prioritas-prioritas lain yang mulai bermunculan, pada akhirnya kita mulai kepisah-pisah. Kenal sama temen-temen lain, punya kegiatan-kegiatan baru, kita jadi jarang kumpul lagi.


Kalau kata Tama belum lama ini, "semester 5 sama 6 gue nggak pernah ngobrol lagi Rim sama lo." Itu bikin gue cukup..... Dheg. Kayak ditonjok sama Chris John. Hahaha. Tapi beneran bikin gue mikir, emang iya ya? Segitunya kah gue lupa sama sahabat-sahabat gue ini? Emang sih, semester-semester itu gue bener-bener kayak sibuk banget pacaran. Seenggaknya gue masih deket sama Tami dan Maya, atau sekedar curhat dan dengerin curhatnya Pepew. Tapi emang gue ngerasa jauh banget sama Tama. Kenapa  gitu ya Tam? Hahahaha.


Tapi yang namanya sahabat, mau gimanapun juga, mau kita berantem, ribut, kesel-keselan, bosen, atau apapun, pada akhirnya kita selalu punya jalan untuk balik bareng-bareng lagi.

Sampai akhirnya sekarang, ketika kita udah mau lulus, toh ternyata kita masih, dan selalu bisa deket. 

Turning pointnya sih gue rasa pas kemaren gue putus yah. Iya nggak? Bener kan? Hahahahaha.

Jujur gue sama sekali nggak nyangka, setelah semuaaaaaaa yang gue lakuin, "membuang" kalian gitu aja, kayak lupa sama kalian, tapi ternyata kalian nggak pernah berhenti peduli sama gue. Kalian selalu disana, siap nge-back up gue kapanpun gue butuh. Kalian orang pertama yang langsung nolong gue pas gue jatuh, dengan cara kalian masing-masing yang berbeda-beda. Dan kalau gue belum pernah ngomong, I'm eteeeeeeernaly beyond grateful and thankful. Bener-bener. Sampai gue sering mikir Ya Allah.... Gue emangnya udah ngapain sih? Apa yang udah gue kasih ke kalian sampai kalian kok bisa sebaik ini sama gue? Dan gue nyesel. Sangaaaaaaaaatttt nyesel karena udah ngebuang-buang banyak waktu yang harusnya bisa gue habisin bareng-bareng kalian.

Ternyata, dari mulai Tama baru pacaran sama Nadia 2 tahun sampai sekarang udah lewat 5 tahun, dari mulai Pepew jomblo trus punya TTM-an yang akhirnya jadi pacar dan kemaren baru putus, dari mulai Maya yang dideketin Adam sampai sekarang udah jalan lebih dari 2 tahun, dari mulai Tami jomblo trus tersandung skandal 43 hari dan nemuin calon suami super baik kayak Boshen, dari kita berlima masih lugu dan imut di semester tiga sampai sekarang udah mau jadi sarjana, kita toh pada akhirnya masih bareng-bareng....... :')

Bahkan sampai akhirnya kita jadi akrab banget juga sama Boshen dan Adam. Hahahaha.


Kalau mau bilang "terimakasih" harus bayar, mungkin gue sekarang udah masuk penjara karena nggak mampu bayar hutang.

Terimakasih, terimakasih, terimakasih.

Untuk Tami....
Terimakasih karena udah mau jadi "belahan pantat" gue yang nggaaaaaaak bisa terpisahkan. Hahahaha. Kalau lo masih meragukan cinta gue ke lo bebs, lo bisa buka post-post gue, tonton video dari gue, lihat lagi foto-foto kita berdua. Lo adalah pendengar yang sangat baik. Yang selalu bisa dan mau jadi tong sampah gue, dan semua orang kayaknya hahaha yang kalau lagi galau dan sedih, ataupun ada masalah, cuma butuh didengerin, dan ditenangin. Lo selalu bisa menempatkan diri lo untuk jadi buku diary yang nggak pernah kehabisan halaman. Terimakasih, untuk selalu nemenin gue dari pagi sampai ketemu pagi. Masih inget yang gue pernah bilang kan? Kita harus tetep temenan sampai punya anak bareng, jadi ibu-ibu rempong bareng, dan santai-santai bareng pas udah jadi nenek-nenek yang (masih) cantik. Hahahaha. Doa gue, semoga Allah menjodohkan lo sama Boshen. Karena kalian udah idaman bangeeeet deh pokoknya! Asal gue jadi istri keduanya yah? Hahahahaha :p

Untuk Maya....
 Terimakasih karena selalu mewarnai hari-hari gue sama keriweuhan dan keceriaan lo yang nggaaaaaaaak pernah habis. Gue suka heran, lo tuh nggak pernah sedih ya May? Hahahahaha. Karena mau segimananya pun lo ada masalah, lo nggak pernah nunjukkin itu semua. Lo selalu jadi orang yang paling ceria. Makanya, kalau gue lagi sedih, badmood, marah, apapun, gue selalu nyari lo. Karena lo nggak pernah gagal bikin gue minimal senyum lagi dengerin ocehan lo yang nggak ada habisnya. Hahahaha. Pahala lo banyak banget loh May. Terimakasih, untuk selalu bisa mengibur gue dalam situasi dan kondisi apapun. Pesen gue, semoga Maya bisa berkurang rempongnya. Hahahaha. Udah nggak paham lagi dari semester tiga sampai sekarang, masiiiiih aja paling lelet dan selalu bikin orang nungguin lo, sama aja kayak si Adam! Hahaha. Jangan pernah kehilangan keceriaan lo ya May, karena dengan itu, sadar atau nggak, lo mampu menghangatkan dan menguatkan orang-orang disekeliling lo. Gue tau lo cewek yang kuat banget, karena lo nggak pernah mau ngasih liat ke orang kalau lo lagi sedih. Tapi jangan pernah lo mendem semuanya sendiri, inget, selalu ada gue :)

Untuk Pepew....
 Terimakasih karena nggak pernah berhenti sayang dan perhatian sama gue. Lo selalu bisa bikin gue ngerasa tenang, dan percaya kalau semuanya bakal baik-baik aja. Lo yang paling dipercaya nyokap gue, lo yang paling rewel kalau gue udah mulai nakal nggak mau makan, pulang malem, dan lupa ngabarin nyokap. Lo orang yang pertama gue hubungin kalau gue udah ngerasa ngedown banget, dan lo selalu bisa bikin gue bangkit lagi. Karena lo selalu bilang ke gue, kalau gue itu berharga. Itu yang bikin gue kuat dan harus kuat untuk terus ngejaga diri gue sendiri. Terimakasih, untuk selalu jadi sahabat cowok yang penuuuuuuuh kelembutan dan kasih sayang. Nggak cuma ke gue doang, tapi juga ke Tami dan Maya. Karena lo emang paling nggak tega kalau udah ngeliat kita sedih, apalagi kalau sampai nangis. Makanya kita bertiga dekeeeeeeeeeet banget sama lo, sampai nggak jarang timbul gosip yang aneh-aneh ya Pew. Hahahaha. Tapi yang penting lo tau, kalau gue udah bener-bener nganggep lo kayak kakak gue sendiri, yang selalu siap ngejagain gue, dan bisa gue andalkan. Lo haruuus dapet perempuan yang baik Pew, karena lo terlalu baik! Pokoknya kalau nanti punya gebetan baru, harus dikenalin ke gue dulu hahahaha :p Gue selalu doain semoga lo bisa terus jadi laki-laki yang baik, calon imam yang baik untuk perempuan lo nantinya.

Untuk Tama....
 Terimakasih karena ternyata selalu ada dan siap untuk nemenin gue, gimanapun gue lupa dan nggak peduli sama lo. Dengan lo yang riweuh, kepo, dan ngeseliiiiiiiiin banget itu, gue nggak nyangka ternyata lo segini baiknya sama gue. Hahahahaha. Terimakasih, untuk selalu ngingetin gue kalau gue nggak sendirian. Terimakasih untuk selalu ngingetin gue tiap kali gue salah atau kelewat batas. Karena dibalik omongan lo yang suka nggak diayak, pedes,sarkastik, dan kadang bikin sebel itu, gue tau kalau lo selalu pengen gue dapet yang terbaik. Lo adalah orang yang selalu nunjukkin kebenaran dan kejujuran ke gue, sesakit dan sejahat apapun itu. Dan itu yang bikin gue belajar untuk pada akhirnya bisa menerima segala sesuatunya dengan lapang dada. Gue ngerti banget itu Tam, walaupun emang ngeselin sih. Hahahaha. Lo bukan tipe orang yang ngasih nasehat bagus, wejangan panjang lebar, kata-kata manis atau apapun itu, lo cuma perlu ada disana, nemenin saat sahabat-sahabat lo butuh. Dengan semua perhatian dan kepedulian lo yang lo tunjukkin dengan cara lo sendiri itu, lo bener-bener supeeeeerrr baik. Jangan makan mulu Tama, nanti makin gendut dan merah kayak babi. Hahahaha. Jangan suka badmood, dan jangan bersikap jahat ke orang yang ngejahatin lo, karena lo terlalu baik untuk jadi orang yang nggak baik.

"You know how life can be. It changes over night. Its sunny but raining, but its alright.
A friend like you always makes it easy. Through every up through every down,
you know I'll always be around. Through everything you can count on me."
Gimana gue bisa berhenti bersyukur karena punya sahabat sebaik dan sesempurna kalian. Karena masing-masing ke-nggak sempurnaan kita bisa ditutupi dengan sempurna oleh satu sama lain, sehingga kita jadi...... lengkap. :)


Kalian ngajarin gue bahwa yang namanya sahabat, nggak perlu dideklarasiin besar-besaran, nggak perlu pergi bareng-bareng setiap hari, nggak perlu ada di mention twitter atau tag path. Karena gue tau, sejauh apapun kita, sesibuk apapun kita, sesulit dan seseneng apapun kita, ketika ada yang butuh, maka kita hanya akan, dan selalu siap untuk ada disana. Bareng-bareng, untuk saling menguatkan. :)


Udah nggak ada lagi yang perlu gue khawatirin atau takutin, nggak ada lagi yang namanya malu atau jaim. Tiga tahun mungkin emang bukan waktu yang lama, tapi itu waktu yang cukup untuk kita saling kenal satu sama lain. Gue nggak perlu jadi orang lain, karena kalian selalu bisa menerima gue apa adanya. Dalam kondisi apapun. :)


Udah beribu-ribu momen kita laluin bareng-bareng, udah banyak perubahan-perubahan yang terjadi baik dari diri kita masing-masing dan lingkungan sekitar. Waktu terus berjalan, kita tumbuh dan berkembang, dan hidup akan tetap berubah. Tapi satu hal yang pasti, perasaan dan kasih sayang gue ke kalian akan selalu sama. :')


Remember, through every up, through every down, we will always still here, there, and everywhere but together :)

Jangan lupa untuk tetep traveling bareng ya, sampai tua nanti! :D



Infinity love,




Sometimes I write and just save it, just to pour my heart out and not share it to the world. Sometimes I delete it right after I publish it, because some of them are too honest and sincere that it scares me. Like how you feel when you're about to confess the truth, to spill something that bothers you... Or just simply to share your story.

I know how people judge me, bad-mouthing me, or anything you could talk about me because of my posts here. But I don't think I can bear the strain of keeping it all to myself. This is the point of sharing, to let people know our story, and let them learn from it. Indeed, there's always two side of every story. Here and there, this and that. It's all the matters of point of view. So in this blog, I give mine.

I just want to share about what I REALLY have been going through these days. How I could deal with my past. How I learned to let it all go. How I finally stand up again. After all those pain....

Lies, cheating, betrayal, disappointments, loss.

Once again, I'm not seeking any attention, I'm not making dramas, and I'm not playing as a victim. This all just one of my experiences, in the phase of life.

So, here I am. I don't wanna talk about what happened in the past, surely you all have known too, with many version of the story. Sometimes I feel like an opened book. People seems like they know more about my life rather than my own self. I'm pretty surprised with that. Instead, I wanna share about my 'healing period'.

It's a matter of accepting and adjusting with things that happened because we have no other choice, right? Because, no matter how hard we do or try or wish with all our might, it has happened. And there's nothing we can do about it. Anger, sadness, hatred, feeling down, I found it all just useless.

So I decided to enjoy the period. When those pain follows me everywhere I go, everytime. I feel like dying, and being traumatic sometimes. I became unstable. Laugh at one time, and the next second thing I just wanna cry. Haunted with nightmare, trapped in the loneliness, lost in nowhere. I gone through it all.

Moving on is easy. Distracting ourselves from the past is somehow easy if we're busy, when our friends are around or when we have something to do at the moment. What’s hard is staying moved on. It's one-strike-memories or those flashback-burns that really get to us, it's when you have nothing to do and hear the noise in your head, in every song you used to hear and places you used to spent together, it's in you. That's what makes staying moved on is hard. Very hard.

But then, they are there. My family, my most loving and caring best friends, my dreams, my future. There are people and things in our life will always be there, to keep us going. I see them, and then I feel like I could face it all.

I decided not to run and hide. I stand tall, and accept it all. I make peace with my past, forgive what happened. Everytime I hear or see him with his new partner, I'm just hoping that he will be happy. It's not a cliche, it's because he struggled so much to reach his happiness, with all those pain he made for me. And if now he ain't happy, then what this all for?

That was a miserable period. But I have no other choice except enjoy it until the pain would slowly be no longer there. And that's true! When time's passing, it doesn't heal the pain, but teach us how to getting used to live with the pain, until the pain is gone itself. "And it's like you pull off the band-aid, and it hurts, but then it's over and you're relieved."

That is what I feel now. Relieved. :)

I know now, that I WAS happy in disguise, for I used to try to please one person, for over than two years. I was like live in denial. Scared of this, insecured of that. Too much prejudiced, too much worried.

But I am free now. I really am more happy than yesterday. And it such a relief that I took right decision to change my life forever.

But I'm not regretting my past. However I was happy too back then. I had many beautiful memories, good lessons, and everlasting journey. It helped me become the person I am today. :)

Haah, I didn't expect I will get back this fast. I was thinking that I will ended up falling down for a quite long time. But it feels like a miracle to see myself now. I'm 100% all okay. Those pain just..... really has gone. It's really true. :) Yes, the scars still there, and will always be there. But it doesn't matter, because it's a part of me. A part of my past. A part of my life.

So I think, the key is just to whole-heartedly accept everything. Make peace with life and fate. And always keep the faith, that in the end we will always be okay.

There's one scene in movie I love the most, that inspire me a lot. It's Holly's letter for Gerry in P.S. I Love You:
"... Dear Gerry, you said you want me to fall in love again, and maybe someday I will. But there are many kind of love out there. This is my one and only life. And it's terrible and great and short and endless thing and none of us comes out it alive....."
So, yes. We only have one life. And I don't want to waste mine with regret, sadness, or anything that useless. People come and go, things change. It's how the universe works. We have to deal with it. And we are all alone, indeed, in the end. So why scared?
"Alone or not, you gotta walk ahead. Thing to remember is, if we are all alone, then we are all together in that, too."
Now what I want is just to spread love. To my family, my friends, for all the people who never looked down or doubt or grew tired of dealing with me. :D

And I'm eternally grateful for everything I have now :)


P.S: ...... Guess what?  ♥


Newer Posts
Older Posts

Hello, It's Rima!

Hello, It's Rima!
A free-spirited hippy type that often get soaked from dive so deep into her complex thoughts and a lot of big feelings.

Labels

asi vs sufor engagement korean drama life menujurrumah parenthood Rania review film rima's k-drama recap

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • Three years later....
  • ►  2020 (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2019 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (2)
  • ►  2016 (35)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2015 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2014 (40)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2013 (18)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (31)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)

Find something

Most Popular

  • Apa Cita-Citamu?
  • Everybody's Changing
  • Lumos
  • Do Something, Make Something
  • We Can't Wait Forever
  • Nozomi, A Hope
  • "Kalau nggak enak, kasih kucing aja"

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates